Diamuk Massa Akibat Kabar Hoax Penculikan Anak

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Korban hoax penculikan anak di Aceh (Foto: Rahmad/ANTARA)
zoom-in-whitePerbesar
Korban hoax penculikan anak di Aceh (Foto: Rahmad/ANTARA)

Aparat Kepolisian mengamankan seorang perempuan dari amukan massa karena dituduh menculik anak di Desa Meunasah Blang, Kandang, Lhokseumawe, Aceh, Kamis (23/3) malam.

Aksi kekerasan terhadap sejumlah orang asing atau orang yang tidak dikenal dengan tuduhan menculik anak yang terjadi di sejumlah kabupaten/kota sejak beberapa hari terakhir di Aceh.

Hal ini dipicu oleh maraknya isu hoax penculikan anak yang berkembang melalui media sosial yang sengaja disebar orang tidak bertanggung jawab, sehingga meresahkan dan mengganggu ketenteraman masyarakat.

Penelusuran kumparan, semua kabar terkait penculikan anak yang beredar di media sosial adalah hoax. Hal ini diperkuat dengan pernyataan polisi maupun lembaga perlindungan anak yang menyebut isu penculikan anak yang berkembang adalah kabar bohong yang diembuskan pihak tak bertanggung jawab.

Baca juga:

Hoaxbuster: Tak ada Orang Gila Culik Anak di Cimahi

Hoaxbuster: Upaya Penculikan Anak Terjadi di Kelantan Bukan di Mataram

Kapolri Curiga Hoax soal Penculikan Anak Terkait Pilkada

instagram embed

instagram embed

Kasus di Ngawi

Pada Kamis (23/3), Antara melaporkan ada seorang wanita berusa 52 tahun yang belum diketahui identitasnya diduga menjadi korban amuk massa di Desa Klitik, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Dia diamuk karena dicurigai hendak menculik anak di desa setempat.

Edi Subagyo, warga setempat, menyatakan wanita tersebut ditemukan sedang tergeletak di pinggir jalan dengan kepala penuh luka.

"Diduga ibu itu menjadi amuk warga karena tindakannya mencurigakan. Apalagi ia mempunyai ciri-ciri seperti banyak disebutkan pesan berantai di media sosial tentang orang asing berpura-pura menjadi pengemis, namun ternyata adalah penculik anak," ujar Edi kepada wartawan.

Menurut dia, korban saat itu terlihat sedang berjalan sendirian dan terlihat bingung. Lalu ia juga mendekati sejumlah anak kecil yang sedang bermain di lingkungan setempat.

Warga yang melihat hal tersebut langsung meneriaki wanita itu sebagai penculik anak. Teriakan tersebut membuat warga lainnya yang mendengar langsung emosi. Warga lalu menggiring wanita paruh baya itu keluar kampung. Diduga saat digiring tersebut, wanita itu menjadi korban amuk warga.

Polisi yang mendatangi lokasi langsung mengamankan korban dan membawanya ke RSUD dr Soeroto Ngawi guna mendapatkan perawatan medis.