Malaysia Airlines Tes Narkoba 2.840 Awak Kabin Imbas Penangkapan Pilot di Soetta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Malaysia Airlines. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Malaysia Airlines. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Malaysia Airlines (MAS) melakukan tes narkoba kepada 1.260 pilotnya menyusul penangkapan salah satu pilotnya, Mohd Saufi bin Othman (39), di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) karena menyelundupkan narkoba 26 kg pada 29 Juli 2026.

Hasil tes urine Saufi juga menunjukkan positif tiga jenis narkoba. Saat ini Saufi ditahan di Indonesia untuk diproses hukum.

Malaysia Aviation Group (MAG), induk perusahaan MAS menyatakan, dari penapisan/tes narkoba wajib terhadap 1.260 pilot yang masih aktif, semuanya dinyatakan negatif narkoba.

Barang bukti narkoba yang dibawa pilot Malaysia MSO ke Jakarta, Jumat (31/7/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Tahapan selanjutnya, giliran awak kabin MAS yang akan menjalani tes narkoba.

MAG dalam pernyataan yang dikutip dari The Star mengatakan, tes narkoba terhadap 2.840 awak kabin Malaysia Airlines akan dimulai hari ini (Selasa, 18/8) dan ditargetkan selesai pada 3 September.

Tampang pilot yang selundupkan kokain di Bandara Soekarno Hatta. Foto: Dok. Istimewa

Sementara itu, lebih dari separuh dari 158 pilot dan 163 awak kabin maskapai saudaranya, Firefly, telah menjalani pemeriksaan hingga 15 Agustus, dan seluruh hasilnya negatif.

MAG memperkirakan seluruh pemeriksaan di Firefly akan selesai pada 25 Agustus. Sedangkan awak kabin Malaysia Airlines selesai 3 September, lebih cepat dari batas waktu 5 September yang ditetapkan oleh Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM).

instagram embed

“Penyelesaian tahap pertama ini merupakan tonggak penting dalam langkah-langkah yang telah kami komitmenkan untuk diterapkan. Namun, pekerjaan tidak berhenti sampai di sini. Kami akan melanjutkan pemeriksaan terhadap kelompok operasional lainnya sehingga standar ketat yang sama diterapkan di seluruh maskapai kami,” kata Presiden sekaligus CEO Grup MAG, Capt Nasaruddin A. Bakar.

Petugas Bea Cukai Indonesia memperlihatkan seragam pilot Malaysia dan narkoba yang diselundupkannya sebagai barang bukti selama konferensi pers di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Jumat (31/7/2026). Foto: RAMU/AFP

MAG mengatakan pihaknya akan terus melakukan tes narkoba secara acak yang dipimpin oleh tim keselamatan dan kesehatan, di samping kerangka kerja yang sudah ada terkait kelayakan seseorang untuk bertugas (fitness for duty).

Kerangka tersebut mencakup pemeriksaan sebelum bekerja, sertifikasi medis, serta pemeriksaan sebelum penerbangan.

Rute MH 727, Malaysia Airlines, pada Rabu, 29/7/2026. Foto: flightaware.com

Adapun penangkapan Saufi dilakukan otoritas Indonesia pada 29 Juli malam setelah pesawat yang membawanya, Malaysia Airlines dengan kode penerbangan MH727, tiba di Bandara Soetta.

MAG menegaskan, Saufi yang berpangkat second officer (perwira penerbang) ini, saat itu sedang off duty atau tidak sedang bertugas menerbangkan pesawat. Dia duduk di kursi tambahan (jump seat) di kokpit sebagai observer.

Penyidik dari kepolisian Malaysia (PDRM) pekan lalu telah terbang ke Jakarta untuk memeriksa Saufi yang ditahan penyidik Polri. Hasilnya, Saufi menyelundupkan narkoba sejak 2024.