• 0

USER STORY

Festival Seni Media Indonesia, OK.VIDEO Mengangkat Isu Pangan

Festival Seni Media Indonesia, OK.VIDEO Mengangkat Isu Pangan


Festival seni media berskala internasional, OK.VIDEO kembali diselenggarakan tahun ini dengan mengusung tema utama OK.PANGAN. Pada edisi sebelumnya, festival dua tahunan ini mengangkat tema utama Orde Baru. Melalui tema tersebut, OK.VIDEO menangkap konteks sejarah tertentu melalui beberapa topik, bahwa era Orde Baru menandakan titik balik bagi Indonesia. Pada edisi sebelumnya, OK.VIDEO mengedepankan obsesi pembangunan khas rezim Orde Baru, terutama perihal mengadopsi perkembangan teknologi.

Berangkat dari tema Orde Baru tersebut, OK.VIDEO kembali melacak kembali narasi perkembangan teknologi pada masa Orde Baru dan juga masa kini, melalui topik yang lebih spesifik. Tim OK.VIDEO 2017 memilih Pangan sebagai tema utama, dengan menekankan pada politik pangan, baik dalam konteks global maupun Asia.
“Isu pangan menjadi pintu masuk bagi kami dalam melahirkan peluang eksplorasi artistik melalui perspektif seni media dan, tentunya, dengan pemanfaatan kemajuan teknologi saat ini,” ujar Mahardika Yudha, Direktur Artistik OK.VIDEO.
OK.VIDEO merefleksikan kembali strategi pangan warisan Orde Baru dan dampaknya saat ini terhadap lingkungan dan tatanan budaya masyarakat Indonesia. Selain menggali narasi masa lalu, OK.VIDEO mencoba untuk menghadirkan bebagai narasi dan model alternatif masa kini. Tidak terbatas pada kerangka Indonesia, OK.VIDEO mengundang sejumlah seniman internasional untuk menyumbang gagasan dan berbagai praktik mereka terkait pangan untuk direka ulang dalam konteks Jakarta.
Sampai siaran pers ini diterbitkan, seniman lokal yang terlibat dalam festival seni media Indonesia OK.VIDEO 2017 antara lain: Agung Kurniawan, Ary Sendy, Bakudapan, Julian Abraham, Saleh Husein, Syaiful Garibaldi, dan XXLAB. Sementara, seniman-seniman internasional yang terlibat antara lain Aleš Čermák (Republik Ceko), Asunción Molinos (Spanyol), Cooking Sections (Inggris), Mark Sanchez (Filipina), Minja Gu (Korea Selatan), Tadasu Takamine (Jepang), dan Wapke Feenstra (Belanda). Angka partisipan seniman dan kolaborator akan terus bertambah.
Festival OK.VIDOE 2017: OK.PANGAN diadakan selam 28 hari sepanjang 22 Juli-16 Agustus di Gudang Sarinah Ekosistem, Jalan Pancoran II NO.4 Jakarta Selatan.
Format Baru OK.VIDEO 2017 Berbeda dengan format OK.VIDEO sebelumnya, tahun ini tidak lagi bertumpu pada pengumpulan karya-karya video, tetapi lebih menekankan pada sisi eksplorasi dan kolaborasi antar lintas disiplin. Salah satu program yang menjadi wadah eksplorasi dan kolaborasi adalah Open Lab. Program Open Lab tersebut mempertemukan beberapa seniman internasional dengan seniman Indonesia dan kolaborator –terdiri dari komunitas, organisasi, dan peneliti. Dari open lab ini diharapkan menghasilkan solusi dan purwarupa terkait isu pangan yang sedang dihadapi dan bisa diterapkan langsung.
Festival video dan seni media yang paling konsisten di Asia Tenggara ini, selain mempunyai program Open Lab tersebut, juga terdiri rangkaian program menarik dan edukatif lainnya. Yaitu Program Belajar –yang hadir dalam bentuk seri diskusi, lokakarya, pemutaran film, dan penulisan; symposium; dan pameran yang dikuratori oleh Julia Sarisetiati (Indonesia) dan Renan Laru-an (Filipina). Untuk Program Belajar tersebut diadakan secara berkala mulai Mei hingga November 2017.
Program Belajar OK.VIDEO 2017 Program Belajar hadir sebagai pelengkap festival seni media Indoensia OK.VIDEO 2017 ini merupakan serangkaian kegiatan berbentuk diskusi, lokakarya, pemutaran film dan penulisan yang mengusung tema besar Makanan, Budaya Media dan Politik.
“Program Belajar ini merupakan ikhtiar kami untuk menggali dan memetakan peran teknologi dan seni media dalam perkembangan isu pangan di Indonesia, sekaligus memberikan rangsangan kepada publik. Makanya seluruh rangkaian Program Belajar ini terbuka untuk umum,” ujar Berto Tukan, Kurator Program Belajar.
Diskusi perdana Program Belajar mengangkat tema khusus “Makanan dalam Lirikan Seni”. Diksusi publik ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum bagaimana seni berhubungan langsung dengan pangan, konteks sosial, dan apa saja hal-hal yang mendorong para seniman --yang terlibat dalam festival OK.VIDEO 2017-- untuk berkarya dengan tema pangan. Diskusi perdana Program Belajar telah diadakan pada 14/05 lalu dengan mengangkat tema khusus "Makanan dalam Lirikan Seni". Tema tersebut mengajak kita untuk memahami gambaran umum bagaimana seni berhubungan langsung dengan pangan, konteks sosial, dan apa saja hal-hal yang mendorong para seniman --yang terlibat dalam festival OK.VIDEO 2017-- untuk berkarya dengan tema pangan. Pembicara dalam diskusi terdahulu adalah Saras Dewi (Dosen Filsafat Universitas Indonesia), Leonhard Bartolomeus (Kurator Seni), dan Dirdho Adithyo (Peminat Estetika & Kajian Seni).
Diskusi Program Belajar yang kedua, mengusung tema "Mengenang Empat Sehat Lima Sempurna" juga telah diadakan pada 28 Mei 2017 dengan menghadirkan pembicara Reza Hilmawan (Antropolog), Gelar Agryano Soemantri (Seniman Video), Bellina Erby (Periset OK.VIDEO 2017). Untuk informasi diskusi Program Belajar selanjutnya, bisa ikuti akun Instagram @okvideofestival.

FestivalSenimanMediaIndonesiaPanganOrde BaruMakanan

500

Baca Lainnya