Sendiri Bukan Berarti Kesepian

Lulusan Sastra Indonesia Universitas Pamulang, penulis pemula yang memiliki banyak ketertarikan pada fenomena yang terjadi di masyarakat
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Oktavia Ardita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sering kali banyak yang mengartikan ketika melihat seseorang yang sedang melakukan suatu aktivitas sendirian kerap diartikan bahwa orang tersebut kesepian. Padahal faktanya tidak seperti itu, saat ini kalau di lihat di beberapa media sosial justru trend bepergian seorang diri sedang ramai dilakukan orang-orang.
Khususnya banyak dilakukan oleh banyak perempuan. Perempuan yang selama ini lekat dengan citra manja, tidak mandiri, harus ditemani di trend ini mereka semua mematahkan citra-citra tersebut. Menjadi berani, independent. Namun, hal tersebut juga tidak hanya dilakukan oleh perempuan saja, laki-laki pun banyak pula yang melakukan aktivitasnya seorang diri.
Sendiri untuk Mengenal Diri Sendiri Lebih Dalam
Dalam hidup ini, memberi ruang untuk lebih mengenal diri sendiri itu sebenarnya kebutuhan, bukan sekadar pilihan. Ada yang bilang, "sebelum mengenal orang lain, kenali dulu diri sendiri" dan kalimat itu ada benarnya. Soalnya, saat kita terus-terusan dikelilingi orang lain, kita jadi jarang punya waktu buat benar-benar dengar apa yang sebenarnya kita mau, rasakan, atau butuhkan.
Waktu sendirian itu justru jadi kesempatan buat "ngobrol" sama diri sendiri tanpa gangguan. Coba diingat-ingat, kapan terakhir kali diri kita makan, jalan, atau sekadar duduk diam tanpa mikirin pendapat orang lain? Di momen-momen kayak gitu, biasanya muncul pertanyaan-pertanyaan yang jarang kepikiran ketika ramai-ramai: Apa sih yang bikin diri kita bahagia? Apa yang sebenarnya diri kita takuti? Ke mana arah hidup diri kita selama ini?
Di sinilah letak bedanya sendirian (alone) dan kesepian (lonely). Sendirian itu soal kondisi fisik tidak ada orang lain di sekitar. Tapi kesepian itu soal perasaan kosong dan terputus, yang justru bisa muncul walau lagi dikelilingi banyak orang. Sebaliknya, seseorang bisa merasa penuh dan tenang meski sedang sendirian, karena dia lagi terhubung sama dirinya sendiri.
Waktu sendiri juga melatih kita buat lebih mandiri secara emosional. Tidak selalu butuh validasi atau kehadiran orang lain buat ngerasa cukup. Dari situ, biasanya muncul rasa percaya diri yang lebih stabil bukan karena dipuji orang, tapi karena kita udah kenal dan menerima diri kita apa adanya.
Bedanya Sendiri (Alone) dan Kesepian (Lonely)
Banyak orang masih menyamakan dua hal ini, padahal secara makna keduanya jauh berbeda. Sendirian itu murni kondisi fisik tidak ada orang lain di sekitar kita. Sedangkan kesepian itu soal perasaan, yaitu rasa kosong, terasing, atau terputus dari orang lain, yang sebenarnya bisa muncul kapan aja, bahkan saat lagi dikelilingi banyak orang.
Pernah tidak kamu ada di tengah keramaian atau acara kumpul-kumpul, tapi tetap merasa hampa dan tidak nyambung sama orang-orang di sekitar? itu contoh nyata kesepian di tengah keramaian. Sebaliknya, ada juga orang yang lagi makan sendirian di kafe, jalan-jalan sendiri ke tempat baru, atau nonton film sendiri, tapi ngerasa tenang dan penuh. Itu karena mereka sedang menikmati waktu sendiri, bukan kesepian.
Yang membuat beda adalah keterhubungan. Orang yang kesepian merasa terputus, baik dari orang lain maupun dari dirinya sendiri. Sementara orang yang menikmati waktu sendiri justru merasa terhubung, khususnya dengan dirinya sendiri. Mereka tahu apa yang mereka rasakan, apa yang mereka butuhkan, dan tidak bergantung dengan kehadiran orang lain untuk merasa "cukup".
Jadi, sendirian itu soal pilihan dan kondisi. Kesepian itu soal perasaan yang bisa dialami siapa saja, kapan saja, terlepas dari sendirian atau tidak. Makanya, penting untuk kita berhenti nge-judge orang yang kelihatan sendirian sebagai orang yang kesepian, karena bisa jadi mereka justru lagi ada di titik paling tenang dalam hidupnya.
Kenapa Makin Banyak Orang Memilih untuk Sendiri
Fenomena orang yang semakin nyaman melakukan sesuatu sendirian ini bukan tanpa alasan. Ada beberapa hal yang membuat trend ini semakin berkembang, khususnya beberapa tahun belakangan.
Pertama, media sosial. Kalau diperhatikan, sekarang semakin banyak konten solo traveling, solo dining, atau self-date yang justru dapat respon positif. Bukan lagi dianggap aneh atau menyedihkan, tapi malah dianggap keren dan inspiratif. Ini pelan-pelan mengubah cara pandang orang, dari yang tadinya takut dicap "tidak punya teman" jadi lebih pede untuk menunjukkan bahwa sendirian itu sah-sah aja.
Kedua, kesadaran akan pentingnya mental health. Semakin banyak orang yang mengerti bahwa waktu buat diri sendiri itu bukan sesuatu yang egois, tapi kebutuhan. Setelah dikelilingi tuntutan sosial, pekerjaan, atau ekspektasi orang lain terus-terusan, waktu sendiri menjadi ruang untuk bernapas dan memikirkan ulang apa yang sebenarnya penting buat diri sendiri.
Ketiga, khusus buat perempuan, ini juga bagian dari cara mendobrak stereotip lama. Dulu, perempuan yang pergi sendirian sering dianggap tidak aman, tidak wajar, atau bahkan dikasihani. Sekarang, semakin banyak perempuan yang justru menjadikan itu sebagai bentuk kemandirian, bukti bahwa mereka bisa berdiri sendiri dan tidak selalu butuh ditemani untuk melakukan sesuatu.
Terakhir, ada juga faktor kelelahan sosial atau social fatigue. Terus-terusan berinteraksi, harus selalu "ada" untuk orang lain, lama-lama membuat capek. Waktu sendiri jadi semacam charger buat energi yang udah terkuras.
Menikmati Waktu Sendiri Tanpa Canggung
Kalau diri kita belum terbiasa, mulai saja dari hal kecil seperti makan sendiri di kafe, nonton film sendirian, atau jalan kaki tanpa tujuan sambil mendengarkan musik. Journaling juga bisa jadi cara buat "ngobrol" sama diri sendiri melalui tulisan. Coba juga hobi baru yang bisa dilakukan sendirian, untuk semakin mengenal apa yang sebenarnya diri kita sukai tanpa pengaruh orang lain.
Tapi penting juga buat tetap peka sama diri sendiri, ada bedanya antara menikmati waktu sendiri dan menghindar dari orang lain karena takut atau terluka. Kalau waktu sendiri malah membuat diri kita semakin menutup diri dan ngerasa makin hampa, itu tandanya beda cerita, dan mungkin saatnya cerita ke orang yang kita percaya.
Sendiri Itu Pilihan, Bukan Pelarian
Pada akhirnya, sendirian bukan berarti kesepian, dan bukan juga tanda ada yang salah sama seseorang. Justru, waktu sendiri bisa jadi bentuk self-care yang paling jujur, ruang untuk diri kita berhenti sejenak, mendengar diri sendiri, dan pulang ke diri sendiri. Jadi, lain kali lihat orang makan atau jalan sendirian, jangan buru-buru dikasihani. Bisa jadi, dia lagi ada di momen paling tenang dalam hidupnya.
