Ibu dan Segudang Perannya di Bulan Ramadan

Tasawuf & Psikoterapi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Academic Writing, Freelance Writing dan Manager DosenQta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Olvia Nursaadah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah bagi umat Islam di seluruh dunia. Selama bulan ini, umat Muslim berpuasa dari fajar hingga senja sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Ada hal menarik yang saya sering perhatikan setiap bulan Ramadan tiba, bukan tentang tarawih, bukan tentang tradisi mudik menjelang hari raya Idul Fitri, tetapi tentang Ibu dan segudang perannya di bulan Ramadan yang bertambah banyak.
Bagi seorang Ibu bulan Ramadan bukan hanya sekadar menjalankan ibadah puasa sambil bekerja untuk Ibu yang berkarir, tetapi juga memainkan peran-peran lain yang tak kalah penting.
Peran Ibu Menjaga Asupan Gizi Keluarga
Bagi sebagian Ibu bulan menjalani peran mempersiapkan makanan keluarga sudah menjadi kegiatan sehari-hari, tetapi pada bulan Ramadan bertambah aktivitas nya dalam memasak, sebab pada bulan Ramadan Ibu harus memperisapkan hidangan untuk berbuka dan sahur dengan beragam menu dan tetap harus menjaga asupan gizi anggota keluarga lainnya.
Ini tentu bukan pekerjaan yang mudah walau sekarang sudah tersedia pesan makanan secara online Ibu tetap mempertimbangkan dulu nilai gizi dan juga membandingkan biaya masak sendiri dan beli, jika sudah seperti ini sebagian Ibu termasuk Ibu saya lebih memilih masak sendiri. Selain tetap menjaga kulitas makanan juga menjaga keseimbangan pengeluaran.
Selain memasak makanan yang sehat dan bergizi, ibu juga berperan sebagai penjaga kesehatan keluarga selama bulan Ramadan. Mereka memastikan bahwa semua anggota keluarga mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk menjalankan puasa dengan baik, serta menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh selama bulan suci ini. Ibu biasanya lebih bawel untuk mengingatkan boleh ini tidak boleh itu untuk kesehatan.
Peran Ibu Menanamkan Nilai-Nilai Ramadan Pada Anak
Bagi sebagian Ibu terlebih yang tidak bekerja lebih banyak waktu bersama anak dan pada bulan Ramadan peran Ibu juga untuk menaman kan nilai-nilai Ramadan pada anak. Tanpa menyampingkan peran seorang Ayah dalam mendidik dan memberikan contoh bagi anak, saat Ramadan Ibu berperan penting dalam memberikan penjelasan tentang pentingnya puasa dan ibadah selama bulan ini, serta membimbing anak-anak dalam memahami makna keagamaan yang terkandung di dalamnya.
Mereka mengajarkan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak dan memberikan contoh yang baik melalui praktek ibadah mereka sendiri.
Peran Ibu Kegiatan Sosial dan Keagamaan
Ibu-Ibu di daerah saya setiap bulan Ramadan kegiatan Majelis Taklimnya bertambah banyak. Jika selain Ramadan seminggu hanya 2-3X kegiatan Majelis Taklim pada bulan Ramadan setiap hari bahkan dalam sehari dua kali kegiatan Majelis Taklim. Biasanya pagi hari sekitar pukul 7.00 – 8.30 tadarus bersama, siang menjelang sore atau sekitar pukul 14.00 – 15.00 kegiatan tausiyah yang diisi oleh ustadz.
Tidak hanya itu bagi sebagain Ibu-Ibu atau wakil kelompok dari Majelis Taklim di daerah saya juga menyiapkan hidangan takjil untuk para jamaah di Masjid. Saya selalu salut pada Ibu-Ibu setiap perannya dilakukan dengan maksimal dan totalitas.
Tidak hanya fokus pada kebutuhan keluarga, ibu juga seringkali terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan selama bulan Ramadan. Mereka mendukung program-program amal, mengumpulkan sumbangan untuk yang membutuhkan, dan menyediakan makanan bagi untuk disumbangkan.
Bayangkan betapa bertambah banyaknya peran Ibu dikala bulan Ramadan. Oleh karena itu, apresiasi terhadap peran ibu selama bulan Ramadan sangatlah penting untuk diwujudkan.
Salam hormat untuk seluruh Ibu!
