Konten dari Pengguna

Egi Rozten Beberkan Dua Lawan Yang Ingin Ia Hadapi

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aksi Egi Rozten saat memasuki arena ONE Championship (ONE Championship)
zoom-in-whitePerbesar
Aksi Egi Rozten saat memasuki arena ONE Championship (ONE Championship)

Perjalanan Egi Rozten dalam karier profesional seni bela diri sempat naik turun, namun ia tetap memendam mimpi terbesarnya untuk menghadapi para nama besar dalam dunia seni bela diri campuran.

Egi, yang lahir di Karawang dan besar di Bandung, telah mengarungi jalan panjang sebelum bisa tampil di ajang olahraga global ONE Championship.

embed from external kumparan

Ia mengaku sempat tergabung dengan sebuah gang motor dan kerap terlibat dalam perkelahian jalanan, yang turut ia sesali saat beranjak dewasa. Dan kini, setelah menjalani berbagai keuaraan bela diri di dalam dan luar negeri, ia mampu menyalurkan mental bertandingnya dalam sebuah kompetisi profesional.

“Setelah ke Jakarta, saya dapat tawaran ikut pertandingan silat bebas dan ikut beberapa kali kejuaraan nasional. Yang sangat tidak terlupakan itu adalah pertandingan pertama saya bersama ONE Championship,” kata Egi.

Dalam laga debutnya itu, Egi menghadapi sesama atlet Indonesia Riski Umar pada awal tahun 2018.

“Saat itu saya harus menggantikan Anwar Batubara karena ia tidak lolos medical check-up. Saya langsung bertanding debut nyaris tanpa persiapan, hanya tampil all out dan pastinya saya kalah. Dua bulan kemudian ditawari kontrak sebagai atlet ONE Championship,” imbuhnya lagi.

facebook embed

Dalam kesempatan berikutnya di tahun yang sama, Egi bertandung ulang dengan Riski dan kali ini hasilnya berbeda. Ia meraih kemenangan TKO pada ronde ketiga.

“Penyesuaian diri dan ground fighting dalam MMA sangat berat, saya belajar pelan-pelan seperti saat awal mendalami striking game. Penyesuaian paling sulit adalah mengolah otak untuk terus berpikir tentang strategi; selain penyesuaian belajar ulang seluruh aspek khususnya disiplin,”papar atlet yang mengidolakan Dejdamrong Sor Amnuaysirichoke ini.

Kini, setelah mengantongi dua kemenangan di pentas global, ia bertekad untuk terus mengasah kemampuan hingga bisa menantang para atlet terbaik dalam sirkuit internasional.

Egi mengaku ingin sekali bisa bertanding melawan Joshua “The Passion” Pacio dari Filipina, yang merupakan Juara Dunia divisi strawweight ONE Championship saat ini.

“Menurut saya, Joshua itu luar biasa sekali. Di usianya yang masih semuda itu, pencapaian prestasi dan skill-nya sudah sangat tinggi,” ucapnya penuh rasa kagum.

“Mungkin perbedaannya menurut saya antara lain karena markas Team Lakay itu terletak di daerah perbukitan; sehingga membentuk para atlet yang kuat dan tangguh secara mental fisik,” kata petarung yang menggunakan julukan ‘Rozten’ untuk menghormati salah satu seniornya itu.

Selain Pacio, ia pun berharap mendapat kesempatan untuk menghadapi salah satu atlet bela diri campuran terbaik yang bermukim di Indonesia saat ini.

“Dalam divisi nasional, saya ingin bertanding melawan Abro Fernandes. Kami sudah berteman lama sejak 2012 saat bergabung dalam tim bela diri yang sama untuk sebuah kompetisi. Abro sosok yang sangat fun dan asik dan sekarang adalah salah satu atlet divisi flyweight yang berprestasi,” pungkas Egi Rozten.

Ajang ONE Championship berikutnya akan dihelat di Bangkok, Thailand pada 31 Juli mendatang. Meski tertutup bagi penonton dan media, ajang ini dapat disaksikan live lewat ONE Super App.

embed from external kumparan