Konten dari Pengguna

Evolusi Silat yang Kian Mendunia

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Evolusi Silat yang Kian Mendunia
zoom-in-whitePerbesar

Gerakan unik yang ada dalam silat mungkin tidak terlalu populer di dunia pada masa lalu. Namun, seni bela diri tradisional Asia Tenggara ini kini mulai dipraktikkan di berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Brunei, Thailand, Singapura dan Filipina.

video youtube embed

Dengan lebih dari 1.000 gaya, silat bahkan telah tersebar luas ke berbagai penjuru dunia lain seperti Austria, Prancis, Inggris Raya, dan Amerika Serikat.

Ditulis ulang dari artikel ini, berikut adalah gambaran tentang evolusi silat yang kian mendunia.

Sekilas Tentang Silat

video youtube embed

Peninggalan arkeologis di Candi Borobudur di Jawa Tengah menunjukkan bahwa silat telah ada pada abad ke-8 . Seperti halnya seni bela diri yang lain, silat diciptakan sebagai alat perlindungan diri pada zaman perang.

Silat difokuskan pada teknik pergerakan kaki dan tangan kala menyerang.

Disiplin ini juga melibatkan keris dan parang, dan juga taktik efektif untuk menangkal senjata lawan.

Seragam Serta Senjata yang digunakan Dalam Silat

video youtube embed

Seorang praktisi silat biasanya mengenakan seragam berwarna hitam dan bandana, yang dianggap memberi kekuatan magis tersendiri bagi yang meyakininya. Terkadang, terdapat juga tulisan dalam bahasa Arab dan gambar harimau pada bandana.

Senjata yang digunakan dalam silat sangat beragam, tergantung pada jenis silat yang dipelajari. Namun kebanyakan senjata tersebut merupakan alat-alat yang biasa digunakan dalam bercocok tanam.

Sebuah keris ditempa dari sembilan jenis logam sementara pegangannya bisa terbuat dari kayu, emas atau gading. Terdapat tiga bagian keris, yaitu bilah, hulu dan warangka.

Parang adalah jenis senjata lain dalam silat. Bentuk dari senjata ini bisa lurus atau berkelok-kelok, sementara ukurannya bisa kecil seperti pisau dapur atau panjang seperti pedang.

Ada pula lembing, yang terbuat dari bambu, baja, ataupun kayu. Sabit juga merupakan salah satu senjata populer dalam silat.

Sarung, yang dilingkarkan pada pinggang, bisa digunakan sebagai senjata untuk mengunci, mencekik, dan mencengkeram lawan. Sarung juga bisa berfungsi untuk melindungi diri dari senjata tajam lawan.

3 Gaya Silat Populer

video youtube embed

Silat pulut adalah sebuah gaya tradisional yang ditampilkan saat upacara pernikahan ketika kedua pengantin tiba di kediaman pengantin pria.

Setiap gerakan harus elegan sebagai tanda hormat dan tak bisa dilakukan dalam keadaan marah. Selain itu, pukulan serta tendangan tidak boleh diarahkan pada kedua mempelai.

Walau penampilan silat tradisional di Malaysia juga disebut silat pulut, nama ini dapat bervariasi tergantung daerahnya. Para penduduk Minangkabau di Sumatra Barat menyebutnya silek gelombang, sementara dalam pernikahan adat Betawi, nama ini berubah menjadi pencak silat Betawi.

Silat pulut juga kerap ditampilkan sebagai bagian dari upacara pembukaan turnamen silat berskala internasional.

Bentuk lain dari silat adalah seni gayong, yang berasal dari masyarakat Bugis di Sulawesi. Gaya yang satu ini lebih terfokus pada kuncian sendi dan mematahkan serangan melalui teknik yang mirip dengan grappling.

Seni gayong adalah sebuah bentuk lanjutan dari silat yang menampilkan kekuatan, kelincahan, fleksibilitas, presisi dan serangan balik.

Dimulai dari tahap pertama pertarungan tangan kosong, para murid yang mempelajari seni gayong lalu berlanjut ke enam tahap berikutnya menggunakan senjata.

Terakhir adalah pencak silat, yang memiliki banyak kesamaan gerakan dengan dua gaya di atas. Gaya ini lebih agresif dan terfokus pada serangan, tendangan, kuncian, serta penggunaan senjata.

Sebagai pemula, seseorang akan mempelajari kuda-kuda sebelum dapat membangun teknik, kelincahan dan kondisi tubuhnya.

Sebuah fakta menarik tentang pencak silat adalah bahwa gerakannya terinspirasi dari berbagai macam hewan. Para murid akan belajar bagaimana meniru gerakan dan kuda-kuda harimau, burung elang, ular, buaya, monyet, kalajengking dan naga.

Pencak silat biasanya ditemui di Pulau Jawa, Sumatra dan Bali, serta menjadi gaya silat paling populer di seluruh dunia.

Silat di Layar Lebar

video youtube embed

Karena keunikan gerakannya, silat telah tampil pada layar lebar dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam film blockbuster Marvel tahun 2018 berjudul Black Panther, aktor utama Chadwick Boseman – yang berperan sebagai T’Challa – mengatakan bahwa para aktor di film ini diajarkan seni bela diri silat, Gulat Senegal, capoeira dan Muay Thai selama masa persiapan pembuatan film.

Seniman bela diri asal Inggris, Gary Daniels, juga mempraktikkan silat pada film Hawk’s Vengeance pada tahun 1996, sementara film laga Indonesia The Raid, dan sekuelnya The Raid 2, menampilkan pertarungan silat yang luar biasa.

Pencapaian terbaru dihasilkan oleh dua praktisi silat dan aktor Indonesia, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman, yang beraksi dalam sebuah pertarungan epik melawan Keanu Reeves dalam film aksi blockbuster John Wick: Chapter 3 – Parabellum.

Silat di Era Sekarang

video youtube embed

Sejak tahun 1982, negara seperti Indonesia, Belanda, Austria, Malaysia, Singapura dan Thailand telah bergiliran menjadi tuan rumah bagi Kejuaraan Dunia Pencak Silat.

Di samping kompetisi internasional, silat juga dipromosikan sebagai olahraga kompetitif di tingkat nasional maupun regional. Faktanya, olahraga ini menjadi bagian dari SEA Games sejak tahun 2001.

Sebagai tambahan, Federasi Pencak Silat Internasional (PERSILAT) memiliki hampir 1.000 anggota dari 50 negara. Amerika Serikat, Belgia dan Prancis juga telah menjadi tuan rumah dari Kejuaraan Terbuka Pencak Silat selama bertahun-tahun.

Puncaknya, pada Desember 2019, UNESCO menambahkan pencak silat dari Indonesia dan silat dari Malaysia sebagai bagian dari daftar Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage.)

kumparan post embed
Atlet pancak silat asal DKI Jakarta saat pemanasan sebelum mengikuti pertandingan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan