Konten dari Pengguna

Kisah Sepotong Roti yang Merekatkan 'Papua Badboy' dan Mantan Juara Dunia MMA

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Atlet MMA Indonesia Adrian "Papua Badboy" Mattheis saat memasuki arena laga. Foto: ONE Championship
zoom-in-whitePerbesar
Atlet MMA Indonesia Adrian "Papua Badboy" Mattheis saat memasuki arena laga. Foto: ONE Championship

Pasca kehilangan sabuk emas divisi featherweight ONE Championship, Martin "The Situ-Asian" Nguyen kembali berjuang untuk memperoleh kesempatan melawan sang penguasa divisi Thanh Le.

Kesempatan itu Martin dapatkan Jumat, 24 September, ini di ONE: REVOLUTION. Ia akan menghadapi striker berbahaya Korea Selatan Kim "The Fighting God" Jae Woong yang juga berambisi meraih mimpi yang sama.

video youtube embed

Jelang aksi dari dua pencetak KO itu, atlet MMA kebangaan Indonesia Adrian "Papua Badboy" Mattheis mengisahkan kedekatannya dengan Martin.

Menurut pria 28 tahun tersebut, Martin akan keluar sebagai pemenang karena unggul dari segi jam terbang. Selain itu, ia dinilai memiliki pukulan kanan mematikan.

"Kalau saya jagoin Martin Nguyen biar bagaimanapun. Kalau menurut saya rekor fight Martin Nguyen sudah banyak, jadi paling dia menang di segi pengalaman," ujar petarung berjuluk "Papua Badboy" itu.

Martin, yang mewakili Australia dan Vietnam di panggung dunia, dikenal sebagai salah satu striker paling berbahaya di ONE. Dari 13 kemenangan profesionalnya, 9 laga diraih lewat KO/TKO.

Namun, lawannya "The Fighting God" juga tak kalah berbahaya. Dari 11 kemenangannya, 7 diraih lewat KO/TKO.

"Kalau untuk saya sih jalani laga semua adu pukul, pasti adu pukul. Karena tinjunya semua bagus sih, mantap. Kalau teman saya dari Korea ini pasti kombinasi, beberapa kali pukul di atas terus body shot – yang kena di Rafael Nunes waktu itu juga kan," urai atlet yang berlatih di Tigershark Fighting Academy itu.

Sesuai kata Adrian, Martin Nguyen memang kayak akan pengalaman. Atlet asal Sydney itu juga pernah mengalahkan Koyomi "Moushigo" Matsushima via TKO di ronde kedua - musuh yang juga mengalahkan Kim pada Februari 2020 tahun lalu.

"Martin Nguyen juga punya skil baku tumbuk top sih, jadi kalau soal baku tumbuk beberapa kali sih saya lihat Martin Nguyen. Kebetulan satu fight dengan dia, satu event dengan dia dan [Nguyen] menang KO terus. Jadi ya feeling pasti Martin Nguyen," jelas Adrian.

"Kalau saya prediksinya sampai selesai baku tumbuk, Martin Nguyen menang decision. Tapi agak berat juga sih, menurut saya decision. Karena dua-duanya baku tumbuk mantap sih."

Kisah sepotong roti Nguyen untuk Adrian

Martin Nguyen (kiri) menghadapi Kim Jae Woong di ONE: REVOLUTION pada Jumat, 24 September. Foto: ONE Championship

Selain jam terbang dan pukulan keras, Adrian pribadi juga menaruh rasa hormat pada atlet asal Sanford MMA itu. Ia punya kisah personal soal roti dengan Nguyen.

"Pengalamannya sih waktu ada event di Jakarta. Waktu itu kita mau makan, Martin Nguyen ambil rotinya lebih. Pas saya mau ambil roti yang sama dengan dia, bilang gak usah. Bawa yang di meja, bawa saja punya saya. Bagi dengan saya," cerita Adrian menirukan Nguyen.

"Jadi saya ambil punyanya dari piring, punya dia saya taruh di piring saya. Sudah kita makan, tapi kan minta maaf saya punya public speaking kurang. Jadi tidak sempat bicara dengan beliau, tapi respect. Beliau [Nguyen] baik," kenangnya.

Selain di Jakarta, Adrian mengaku sempat berjumpa dengan Nguyen di lain kesempatan. Pasalnya, tak jarang keduanya bertemu di kartu pertandingan yang sama.

"Pernah juga waktu kita main di Filipina. Setiap ketemu dengan dia kebetulan kita satu lantai, terus kamar gak jauh juga. Tiap ketemu dia suka canda-canda megang-megang kita telinga," ujar Adrian dengan logat Timurnya yang khas.

"Kita suka lirik jadi saling canda, respect sama teman-teman semua yang fight di ONE Championsip," tutupnya.

Download ONE Super App untuk Mengikuti Perkembangan Terbaru ONE Championship!

ONE Championship menghelat ONE: REVOLUTION pada Jumat, 24 September. Ajang ini akan menghadirkan tiga perebutan gelar Juara Dunia dan dapat disaksikan live lewat Youtube, Vidio, Kaskus TV, dan Maxstream mulai pukul 17:30 WIB.

Selain itu, ajang ini juga disiarkan SCTV mulai pukul 23:30 WIB pada hari yang sama.

kumparan post embed