Konten dari Pengguna

Kumpulan Aksi Akrobatik Aziz Calim di Luar Arena Pertandingan

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aksi Aziz "The Krauser" Calim saat memasuki arena ONE Championship (ONE Championship)
zoom-in-whitePerbesar
Aksi Aziz "The Krauser" Calim saat memasuki arena ONE Championship (ONE Championship)

Atlet ONE Championship asal Indonesia Aziz “The Krauser” Calim kerap melayangkan tendangan-tendangan yang sangat akrobatis di akun media sosialnya. Petarung asal Han Academy ini mengaku bahwa tricking kini sudah jadi hobi barunya.

Martial arts tricking adalah aktifitas fisik yang menggabungkan disiplin bela diri dengan gymnastik dan breakdance. Gerakan dari tricking merupakan kombinasi dari tendangan, salto, dan juga putaran saat airborne yang biasa disebut Combo.

Walapun olahraga ini termasuk sesuatu yang baru di Indonesia, banyak orang-orang di luar negri yang menggemari aktifitas ini.

instagram embed

“Saya sedang gemar melakukan tricking sebagai hobi baru saya,” jelas Aziz. “Ini menjadi suatu aktifitas yang menyenangkan untuk saya.”

Aziz mengatakan aktifitas ini ditekuninya demi mencari olahraga alternatif supaya tidak jenuh dengan aktifitas latihannya. Aktifitas ini juga mempertajam hand-eye coordination dalam melayangkan tendangan dan agar bisa mendarat dengan baik – kemampuan penting untuk dimiliki seorang atlet bela diri.

“Saya terinspirasi dari karakter film ‘Undisputed,’ Yuri Boyka,” jelasnya. “Dia menggunakan gerakan-gerakan akrobatis dalam laganya mengalahkan lawan.”

embed from external kumparan

Walaupun memiliki latar belakang dalam seni bela diri tradisional, Aziz mengaku, berlatih tricking tidak hanya membawanya keluar dari kejenuhan, namun juga dapat menambah amunisi tendangan saat nanti berlaga di atas Circle ONE Championship.

“Karate mempunyai banyak tendangan yang mirip dengan tricking. Walaupun tidak banyak, disiplin ini menggunakan tendangan akrobatis demi menjatuhkan lawan,” tutur atlet berdarah Indonesia dan Filipina ini.

“The Krauser” mengaku serius mempelajari tricking, sehingga ia bergabung dengan salah satu komunitas di solo demi memperdalam kemampuan ini.

“Saya mempunyai banyak teman-teman yang bergabung dengan komunitas. Saya juga mempelajari tricking dari komunitas teman saya.”

embed from external kumparan

Dengan kemampuannya yang baru, Aziz mengaku ingin menerapkan teknik tersebut dalam laganya di dalam ONE Championship. Atlet berusia 22 tahun ini menjelaskan bahwa tendangan-tendangan yang dipelajarinya tidak hanya terlihat mengesankan, namun juga dapat menjadi sebuah serangan yang efektif.

“Saya akan mencoba untuk menggunakan tendangan-tengangan yang saya pelajari dari tricking ke dalam laga saya nanti,” katanya.

“Sebelum saya berlaga di ONE Championship, saya sudah sering menggunakan tricking dalam pertandingan. Nanti saat bertanding lagi saya akan mencobanya.”

embed from external kumparan
kumparan post embed