Konten dari Pengguna

Laga Utama ONE: BIG BANG II Berpotensi Jadi Duel Muay Thai Tak Terlupakan

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Taiki Naito (kiri) berhadapan dengan Jonathan Haggerty dalam partai puncak ONE: BIG BANG II (ONE Championship)
zoom-in-whitePerbesar
Taiki Naito (kiri) berhadapan dengan Jonathan Haggerty dalam partai puncak ONE: BIG BANG II (ONE Championship)

Atlet ONE Championship Abro "The Black Komodo" Fernandes memprediksi Jonathan "The General" Haggerty akan menghadapi tantangan berat dari Taiki "Silent Sniper" Naito saat berlaga dalam partai puncak ONE: BIG BANG II pada Jumat, 11 Desember.

Dalam ajang yang telah direkam dari Singapore Indoor Stadium tersebut, Naito dianggap memiliki berbagai arsenal seperti tendangan keras serta kombinasi pukulan hebat yang bisa menjatuhkan Haggerty dalam laga Muay Thai divisi flyweight mereka.

instagram embed

Menurut Abro, daya tarik dari laga ini adalah karena keduanya memiliki gaya dan kemampuan yang setara. Keduanya adalah striker yang kerap menekan lawan dan pandai menunggu kesempatan mendaratkan serangan balik.

"Haggerty dan Naito keras permainannya jadi peluang menangnya seimbang," jelas Abro. "Walaupun Haggerty sangat teknis dan punya kekuatan dalam striking, Naito juga tidak kalah teknis dan punya pertahanan yang bagus sekali."

Naito, yang mengincar peluang untuk membuktikan diri sebagai kontender top divisi ONE Flyweight Muay Thai, perlu memenangi laga ini sebagai pembuktian.

Sementara bagi Haggerty, pertandingan ini bisa menjadi jalan untuk merebut kembali sabuk yang sempat hilang darinya. Kemenangan tentu akan memperlebar peluang untuk bisa kembali menghadapi sang penguasa divisi, Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon.

Dengan usia yang masih berusia relatif muda, keduanya memiliki rekor ciamik. Di usia 24 tahun, Naito telah mengumpulkan rekor 32-8 dalam Muay Thai. Dari angka tersebut, 11 laga ia menangi lewat KO/TKO.

Di sudut lain, Haggerty yang berusia setahun lebih muda memiliki rekor 15-4. Istimewanya, 12 kemenangan ia raih lewat KO/TKO.

Bagi Abto, kedua atlet ini mencoba menekan satu sama lain dengan striking mereka, tetapi mereka pastinya mempersiapkan sebuah jebakan ketika lawan memasuki jarak dekat.

"Haggerty mempunyai gaya tradisional Muay Thai dan menggunakan teep yang kuat untuk jaga jarak dan menggunakan sikut dan lutut Ketika di clinch. Naito sebaliknya mempunyai kickboxing yang basisnya karate," jelas Abro. "Pastinya kita akan melihat teknik-teknik yang berbeda diadu, dan keduanya harus beradaptasi dengan kemampuan lawannya dalam pertandingan ini."

Abro memperkirakan Haggerty akan menunggu Naito untuk memotong jarak dan menggunakan sikut dan lutut dalam clinch. Namun, Naito pastinya telah mengetahui senjata andalan sang mantan Juara dan akan menjaga jarak dengan tinju dan tendangan-tendangannya.

"Keduanya itu terlihat hebat sekali, dan saya belum bisa melihat siapa yang akan unggul dalam pertandingan kali ini," kata Abro. "Yang pasti pertandingan ini perlu ditonton!"

Cara Menyaksikan ONE Championship

video youtube embed

ONE: BIG BANG II dapat disaksikan lewat ONE Super App, Vidio, Kaskus TV dan MAXstream pada Jumat, 11 Desember, mulai pukul 19:30 WIB.

Selain itu, stasiun televisi nasional SCTV akan menayangkannya mulai pukul 23:30 WIB pada hari yang sama.

kumparan post embed