Membedah Gaya Muay Thai Kuno dan Modern Lewat Aksi Tawanchai

The Home Of Martial Arts
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada ajang ONE: DANGAL, Tawanchai PK. Saenchai Muaythaigym menunjukkan kenapa ia adalah striker elite dalam Muay Thai yang patut ditakuti.
Ia mencetak KO spektakuler atas Sean “Clubber” Clancy di ronde ketiga yang melambungkan namanya ke jajaran teratas divisi bantamweight ONE.
Atlet Thailand ini berhasil menerapkan banyak teknik tajam di laga perdananya di ONE Championship. Bahkan, ada beberapa teknik yang sudah jarang sekali terlihat di arena Muay Thai modern, seperti flying downward elbow atau serangan sikut melayang kebawah.
Tawanchai menunjukkan bahwa ia tidak hanya menguasai gaya bertanding Muay Thai yang baru, namun juga dapat menerapkan teknik lama yang tampak lebih eksplosif dan juga kerap menggunakan loncatan untuk mendaratkan serangan kilat.
Namun apa saja perbedaan antara gaya Old School Muay Thai dan gaya baru "seni delapan tungkai" ini?
Di pertandingan era modern Muay Thai, banyak petarung memilih untuk melawan dalam clinch, dan menerapkan teknik tinju. Sedangkan gaya lama Muay Thai lebih mengandalkan tendangan untuk menjaga jarak dan menyerang dengan spinning attack atau serangan mmutar.
Gaya yang lebih flashy ini kurang digemari banyak atlet Muay Thai modern karena sulitnya mendaratkan serangan, serta mengutamakan penggunaan tenaga yang efisien saat berlaga diatas arena pertandingan.
Namun, Tawanchai dapat menggunakan teknik-teknik tingkat tinggi gaya Old School dalam laganya dan memadunya dengan teknik yang sering terlihat di pertandingan modern, ini menjadikan gaya bertarungnya efisien dan selalu tepat mendarat di badan lawan.
Di awal pertandingan, Tawanchai menggunakan tinju yang efisien dan tendangan-tendangan yang menyasar kaki dan kepala “Clubber.” Namun, setelah menetapkan ritmenya dan telah nyaman dengan cara bermain, Tawanchai mengeluarkan serangan-serangan gaya lama seperti spiking elbow.
Teknik ini sangatlah sulit untuk mendapatkan sasaran dan amat berbahaya karena gerakan ini sangat mudah untuk di antisipasi. Meskipun berisiko, teknik ini dapat membuahkan hasil besar saat didaratkan dengan tepat, dan kerap menyebabkan KO.
Terlihat saat Clancy menerima serangan spike elbow, meskipun masih berdiri diatas kaki, ia terlihat goyah dan memudahkan Tawanchai untuk mendaratkan serangan kombinasi bertubi-tubi kearahnya.
Aksi Muay Thai kuno dari sang petarung Muay Femur ini pastinya bukan yang terakhir yang bisa kita saksikan. Dalam laganya kedepan, pastinya ia akan menunjukkan jika teknik klasik masih relevan dan tidak kalah efektif di era modern.
Cara Menyaksikan ONE: FULL BLAST II
Selanjutnya, ONE: FULL BLAST II akan tayang pada Jumat, 11 Juni, mulai pukul 19:30 WIB. Ajang ini dapat disaksikan lewat ONE Super App, Kaskus TV, Vidio, MAXStream dan juga stasiun televisi nasional SCTV.
