ONE Championship: Aziz Calim Nantikan Sihir BJJ Bruno Pucci

The Home Of Martial Arts
Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada Jumat, 20 November, seorang spesialis Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ) di ONE Championship akan menunjukkan kemahirannya saat berhadapan dengan seorang striker dalam ajang ONE: INSIDE THE MATRIX IV.
Laga MMA tersebut akan mempertemukan pemegang sabuk hitam BJJ, Bruno "Puccibull" Pucci, dengan juara Taekwondo dan Kickboxing dari Korea Selatan "Pretty Boy" Kwon Won Il.
Laga yang dihelat di Singapore Indoor Stadium tersebut akan tayang pada Jumat 20 November dalam laga MMA divisi Bantamweight. Keduanya mungkin tidak asing bagi para fan di Indonesia mengingat mereka pernah mengalahkan dua atlet andalan Indonesia Anthony Engelen dan Sunoto.
Laga keduanya tentu menjadi menarik bagi siapapun, tak terkecuali para petarung profesional seperti Aziz "The Krauser" Calim. Atlet muda Indonesia ini menantikan daya magis BJJ milik Pucci, yang juga merupakan suami dari Juara Dunia ONE Atomweight, "The Unstoppable" Angela Lee.
Menurut Aziz, sang ahli submission dari Brasil ini mempunyai peluang besar untuk mendapatkan kemenangan. Ia menambahkan jika dapat memperbaiki striking dan dapat memotong jarak efektif dari lawannya, atlet asal Evolve MMA tersebut akan dapat menjatuhkan lawannya ke daerah dimana sang juara dunia BJJ ini nyaman.
“Saya yakin Bruno telah mempertajam kemampuannya dan akan menang dengan kuncian kali ini,” ungkap Aziz.
“Saya percaya dia akan membuat lawannya menyerah pada ronde kedua.”
Aziz mengatakan, Bruno harus lebih tajam perihal takedown, karena kali ini lawannya adalah seorang striker yang amat jitu dalam bertukar pukulan dan menjaga pertandingan diatas kaki.
“The Krauser” mengatakan jika Bruno dapat mengombinasikan striking dan menahan lawan saat di ground dengan kuncian dan ground and pound, ia akan keluar sebagai pemenang.
“Jika Bruno dapat mengeksekusi ground game dia dan menjatuhkan Kwon ke kanvas, pastinya dia akan unggul.” jelas Aziz.
“Bruno harus mempertajam teknik ground dan striking untuk mendapatkan kemenangan kali ini.”
Aziz mengatakan lawan “Puccibull” kali ini tidaklah mudah untuk diladeni dalam segi stand-up (diatas kaki). Namun, Bruno harus berani menggunakan strikingnya demi mempermudah upaya takedown. Lawannya dari Korea Selatan mempunyai rekor yang dipenuhi dengan kemenangan lewat KO.
“Saya rasa ini pertandingan yang seru,” jelas Aziz. “Melihat Bruno dengan kemampuan groundnya dan Kwon dengan kemampuan KO-nya.”
Cara Menyaksikan ONE Championship
ONE: INSIDE THE MATRIX dapat disaksikan lewat ONE Super App, Vidio, MAXStream dan Kaskus TV mulai pukul 19:30 pada Jumat, 20 November.
Selain itu, stasiun televisi nasional SCTV akan menayangkannya mulai pukul 23:30 WIB.
