ONE Championship: Rudy Agustian Bedah Laga Muay Thai Antara Ogden vs Lasiri

The Home Of Martial Arts
Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ONE: INSIDE THE MATRIX IV pada Jumat, 20 November, akan mempertemukan dua petarung Muay Thai terbaik pada generasinya.
Rocky Ogden, atlet 21 tahun asal Australia yang kini menempati peringkat kedua di divisi strawweight ONE Championship, akan menghadapi petarung Italia Joseph "The Hurricane" Lasiri.
Ajang yang dihelat di Singapore Indoor Stadium itu menjanjikan aksi eksplosif dari serangkaian pertandingan teknik tinggi kelas dunia.
Menurut Rudy “The Golden Boy” Agustian, salah satu petarung terbaik ONE Championship Indonesia, laga ini menjanjikan aksi saling serang sejak awal.
Hal itu karena faktor sasana serta pelatih elite yang ada di balik karier mereka.
“Joseph Lasiri itu ditempa berlatih di sasana Muay Thai Sitjaopho. Ia dilatih dua pelatih kembar yang sangat kental tekniknya," ungkap Rudy.
"Menurut saya, skill yang dimilikinya jelas semakin meningkat. Terlebih lagi sejak bergabung ke Sitjaopho. Saya pun sempat ke sasana itu karena sangat menyukai gaya fight tim Sitjaopho selain para pelatih mereka yang berkelas,” kata Rudy tentang Juara Dunia Muay Thai WBC tersebut.
Di sudut lain, Ogden adalah anak didik dari seorang legenda.
“Sementara Rocky Ogden ditempa latihan di sasana Boonchu milik John Wayne Parr, salah satu legenda Muay Thai Australia. Menurut saya, Rocky kurang lebih akan menggunakan gaya bertarung John Wayne Parr; artinya lebih banyak kombinasi pukulan dari teknik yang lain,” lanjutnya.
Dalam laga debutnya di ONE, Ogden menantang Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai dan juga seorang legenda dalam olahraga tersebut, Sam-A Gaiyanghadao.
Kala itu, meski memiliki pengalaman yang jauh berbeda, Ogden mampu meladeni hingga ronde terakhir sebelum para juri memberikan kemenangan bagi sang legenda.
“Waktu Rocky melawan Sam-A Gaiyanghadao, dia sempat mendapatkan coaching clinic karena memang dia bukan lawan yang tepat untuk Sam-A. Mereka berada dalam level yang berbeda," ujar Rudy.
"Saya yakin Rocky pasti sudah lebih termotivasi mengembangkan diri,” sambung Rudy.
Laga tersebut pun pasti memberi pengalaman berharga bagi Ogden baik dari segi fisik maupun mental.
“Rocky pun pasti sudah lebih mengembangkan sisi mental, terlebih setelah menghadapi Sam-A. Pasti kepercayaan dirinya sudah jauh lebih bagus lagi karena sudah pernah menghadapi seorang petarung legenda,” paparnya.
“Nah sebenarnya ini partai yang seru, karena kurang lebih Rocky dan Joseph cukup selevel. Mereka pasti ingin menunjukkan siapa yang terbaik. Mereka para atlet muda yang masih memiliki jalan panjang untuk karirnya,” tambah perwakilan Golden Camp ini lagi.
Pemilik sasana Golden Camp ini pun membeberkan nama atlet yang is jagokan pada laga nanti. Menurutnya, teknik dalam melayangkan serangan akan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akhir.
“Sejujurnya saya mendukung “The Hurricane” dalam pertandingan ini karena level permainannya sudah meningkat setelah dilatih oleh kembar Sitjaopho. Yang pasti, Joseph akan tampil lebih berteknik, bahkan mungkin akan menang angka karena pertarungan akan sangat ketat,” ujar Rudy memberikan prediksi.
“Mungkin kedua atlet itu memang belum menjadi juara dunia, tapi partai mereka ini akan seru dan penuh jual beli striking. Ini partai pertaruhan dari para bintang muda yang masih sangat haus kemenangan, sangat tidak boleh terlewat oleh para pecinta bela diri,” pungkas Rudy.
Cara Menyaksikan ONE Championship
ONE: INSIDE THE MATRIX dapat disaksikan lewat ONE Super App, Vidio, MAXStream dan Kaskus TV mulai pukul 19:30 pada Jumat, 20 November.
Selain itu, stasiun televisi nasional SCTV akan menayangkannya mulai pukul 23:30 WIB.
