ONE Fight Night 16: Rekan Setim Bebeberkan Keistimewaan Jonathan Haggerty

The Home Of Martial Arts
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jonathan Haggerty tercatat dalam sejarah olahraga dunia lewat keberhasilannya meraih dua sabuk juara saat mengalahkan Fabricio Andrade dalam laga kickboxing di ONE Fight Night 16 pada akhir pekan lalu.
Kemenangan KO pada ronde kedua tersebut membuatnya jadi raja dua olahraga. Sabuk kickboxing tersebut melengkapi raihan juara Muay Thai yang telah ia sabet pada awal tahun ini.
Prestasi tersebut menjadi inspirasi bagi banyak pihak, tak terkecuali dari Nolan yang merupakan rekan setimnya di Knowlesy Academy, London.
Berlatih di bawah guru yang sama, Nolan sudah menaruh perhatian pada Haggerty dari awal kedatangannya di sasana tempatnya berlatih. Tak perlu waktu lama bagi keduanya untuk menjadi sahabat.
“Saya kira kami mungkin berusia 19 atau 20 tahun saat pertama kali bertemu. Saya tahu siapa dia dari awal. Ia berlatih di tempat lain, tetapi tidak bersama kami saat itu," ujar Nolan.
“Lalu ia bekerja dengan pelatih saya, dan kami mulai melakukan sparing. Kami mulai mengenal satu sama lain saat berlatih," lanjutnya.
Walau Haggerty tak memiliki pencapaian luar biasa saat itu, Nolan meyakini bahwa rekannya itu ditakdirkan untuk menjadi sesuatu yang besar. Hal itu pun terbukti, setelah Haggerty mendapat gelar Juara Dunia ONE Muay Thai dalam dua divisi berbeda.
"Saya hanya tahu ia berbeda. Ia lebih baik dari sebagian besar orang. Mudah untuk melihat itu dari latihan bersamanya, dan tak mengejutkan bagi kami bahwa semua ini terjadi pada dirinya," terang Nolan.
“Kami berlatih bersama setiap waktu. Kapan pun kami berlatih bersama, kami selalu saling mendorong satu sama lain. Bahkan saat kami hanya berada di ruangan yang sama, dan saya menontonnya berlatih," sambungnya.
