Konten dari Pengguna

Pertahankan Sabuk Juara Dunia ONE, 'The Immortal' Kembali Menginspirasi Suriname

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Regian "The Immortal" Eersel berhasil mempertahankan sabuk Juara Dunia ONE Lightweight Kickboxing dalam ajang ONE: FISTS OF FURY III (ONE Championship)
zoom-in-whitePerbesar
Regian "The Immortal" Eersel berhasil mempertahankan sabuk Juara Dunia ONE Lightweight Kickboxing dalam ajang ONE: FISTS OF FURY III (ONE Championship)

Laga Kejuaraan Dunia ONE Lightweight Kickboxing antara sang penguasa divisi Regian "The Immortal" Eersel dengan penantang peringkat kedua Mustapha "Dynamite" Haida menjadi penutup ONE: FISTS OF FURY III.

Direkam dari Singapore Indoor Stadium dan disiarkan pada Jumat, 19 Maret, partai puncak antar keduanya berlangsung sengit selama lima ronde penuh. Saat laga berakhir, sabuk emas masih belum bergeming dari "The Immortal."

Di stanza awal, kedua seniman bela diri elite masih saling mengukur kekuatan lawan – Eersel dengan tendangannya dan Haida dengan pukulannya. Namun, Eersel berhasil mencetak poin lebih lewat empat pukulan yang berhasil menembus pertahanan lawan.

Masuk ke ronde kedua, "The Immortal" mulai menunjukkan kehebatannya lewat kombinasi tendangan kanan keras dengan pukulan. Serangan lutut yang jadi arsenal utama perwakilan sasana Sidyodtong Amsterdam itu juga mulai dikeluarkan.

video youtube embed

Di ronde ketiga, permainan kickboxing elite masih ditunjukkan oleh Eersel. Hanya saja, sebuah hook kiri keras Haida berhasil mengejutkan sang penguasa divisi – yang meningkatkan kepercayaan diri atlet Maroko-Italia itu.

Memasuki ronde akhir, Eersel terus memberikan perlawanan keras pada lawannya. Sesekali Haida menyarangkan pukulan tajam, tapi tak dapat berbuat banyak untuk membendung bombardir serangan dari "The Immortal."

Jelang menit-menit penutup, Haida yang masih berusaha mengejar ketertinggalan lewat kombinasi pukulan dipaksa bertahan oleh Eersel. Sebuah bel penutup menjadi penanda akan nama Eersel sebagai sang juara bertahan lewat keputusan mutlak dari ketiga juri.

instagram embed

Upaya mempertahankan gelar untuk kedua kalinya juga dipastikan dapat menginspirasi para bibit-bibit muda di tanah kelahirannya Suriname, yang seperti diketahui telah menjadi rumah dari banyak diaspora Indonesia yang berasal dari suku Jawa.

Setelah menyandang status sebagai Juara Dunia di "Home of Martial Arts," Eersel sendiri telah bertemu dengan Presiden Suriname hingga memberi motivasi di sekolah-sekolah dan sasana lokal. Bukan tidak mungkin, jika nantinya ada atlet Suriname berdarah Jawa yang meneruskan jejak Eersel di bidang kickboxing.

Hasil Lengkap ONE: FISTS OF FURY III

embed from external kumparan
kumparan post embed