Rodtang Jitmuangnon Ingin Sandingkan Dua Sabuk Juara Dunia ONE Championship

The Home Of Martial Arts
Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon sudah tak sabar untuk kembali berlaga.
Saat ONE Championship melanjutkan gelaran tahun ini, atlet berusia 22 tahun asal Bangkok tersebut telah memasang target laga mana yang ia harapkan berikutnya.
Setelah merengkuh sabuk emas dalam disiplin Muay Thai, ia kini mengharapkan sabuk kedua dari disiplin kickboxing. Oleh karena itu, laga menghadapi Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing Ilias “Tweety” Ennahachi ada dalam rencananya.
Atlet fenomenal asal Thailand ini ingin mencapai titik yang sama yang diraih pacarnya, Stamp Fairtex, dengan menjadi Juara Dunia dalam dua olahraga berbeda di “The Home Of Martial Arts.”
Demi meraih capaian tersebut, maka Rodtang harus mengalahkan striker berdarah Belanda-Maroko tersebut.
“Tujuan pertama setelah mengalahkan [Jonathan] Haggerty dalam laga tanding ulang adalah untuk menantang gelar kickboxing milik Ennahachi,” tuturnya.
“Saya benar-benar menginginkan sabuk tersebut. Saya ingin memiliki gelar Juara Dunia dalam dua olahraga berbeda di ONE Championship, seperti yang diraih Stamp,”
Rodtang memang tengah menatap sabuk emas kedua, namun untuk bisa menggenggam dua sabuk Juara Dunia, maka ia perlu juga untuk mempertahankan sabuk yang ada saat ini.
Sekitar tiga minggu lalu, atlet asal Vietnam “No.1” Nguyen Tran Duy Nhat mengungkapkan harapannya untuk merebut sabuk Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai milik “The Iron Man” saat ONE Championship melanjutkan kembali gelaran di tahun 2020.
Duy Nhat telah menciptakan aksi impresif di ONE Super Series. Atlet berusia 31 tahun tersebut menang KO atas Azwan Che Wil beberapa detik sebelum laga usai pada September lalu, dan lanjut mengalahkan Yuta Watanabe lewat sebuah tendangan memukau dua bulan berikutnya.
Tantangan serta aksi impresif Duy Nhat telah sampai di telinga Rodtang, dan meski tengah mengincar sabuk emas keduanya, atlet asal Bangkok ini pun tak merasa ada masalah jika harus mempertahankan tahtanya dari Duy Nhat di masa depan.
“Saya rasa dia seorang atlet yang bagus,” tutur atlet asal Jitmuangnon Gym tersebut. “Saya rasa kami akan bertemu cepat atau lambat selama masih berada dalam kelas yang sama.”
Bagi Rodtang, siapa pun atlet kelas dunia yang akan menjadi penantangnya bukanlah sebuah masalah. Ia siap untuk berhadapan dengan siapa pun, dan memastikan bahwa siapa pun kontendernya, mereka akan kesulitan untuk merebut sabuk dari genggamannya.
“Jika masih menyandang gelar juara, [Saya siap bertarung] dengan siapa pun yang ingin merebut gelar ini dari saya,” ungkapnya.
“Mereka harus melewati saya untuk mendapatkannya. Saya tak akan menyerahkannya begitu saja.”
Saksikan aksi Rodtang di ONE Championship dengan mengunduh ONE Super App!
