Sukses di Singapura, ONE Championship Siap Kembali Gulirkan Ajang Global

The Home Of Martial Arts
Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ONE Championship sukses menggelar ajang berskala global pertama di Singapura sejak negara tersebut menerapkan protokol ketat demi mencegah penularan COVID-19.
Pada Jumat, 9 Oktober lalu, organisasi bela diri terdepan di Asia tersebut menggelar ONE: REIGN OF DYNASTIES, yang juga menampilkan atlet Indonesia Eko Roni Saputra.
Menurut atlet kelahiran Samarinda yang berhasil mengalahkan petarung Malaysia Murugan "Wolverine" Silvarajoo pada ronde pertama tersebut, pemerintah Singapura dan ONE Championship menerapkan protokol ketat bagi pihak yang terlibat.
Eko Roni, yang telah tinggal dan berlatih di Evolve MMA di Singapura sejak akhir tahun 2018 lalu, harus tetap berada di hotel selama seminggu sebelum pertandingan.
Jika pun harus keluar baik untuk latihan ataupun keperluan lainnya, akan ada Liaison Officer (LO) dari pihak pemerintah yang mengawasi.
"Kita menjalani karantina sebelum tanding, dan satu kamar hanya diisi sendiri. Kalaupun kemana, selalu ada yang mendampingi," ujar petarung berusia 29 tahun tersebut.
"Karena sendirian, jadi enggak bisa bebas diskusi sama pelatih. Pun jika ada jadwal latihan, dibatasi hanya dua atlet dan dua pelatih," urainya.
Eko Roni mengaku salut dengan ketatnya protokol yang diterapkan demi keamanan dan kenyamanan semua pihak.
Tentunya, pemeriksaan kesehatan seperti swab test pun menjadi wajib. Bahkan, bagi atlet yang datang dari luar Singapura, mereka harus melakukan tes di negara sendiri dan saat tiba di Singapura.
"Itu yang mendampingi [LO] juga dari pihak pemerintah. Sudah dijaga semua, dan kemana-mana harus pakai gelang. Satu LO mendampingi hingga empat orang, dan kita pun diantar sampe kamar," ungkap Eko Roni.
"Kita enggak bisa keluar kamar tanpa LO, makanya termasuk capek juga mereka karena harus naik turun mendampingi atlet," tambahnya.
Singapura memang terkenal ketat terkait penanganan COVID-19. Hasilnya, angka penyebaran bisa ditekan dan merupakan salah satu negara dengan angka kasus terendah.
Ajang ONE: REIGN OF DYNASTIES menjadi gelaran olahraga pertama di Negeri Singa dan menjadi percontohan bagi otoritas setempat dalam menghelat ajang internasional.
Hal ini sekaligus menguji kesiapan untuk menggelar ajang berskala besar lainnya.
4 Laga Perebutan Sabuk Juara Dunia MMA
Kini, ONE Championship bersiap untuk menggelar ONE: INSIDE THE MATRIX, yang merupakan ajang seni bela diri terbesar ONE tahun ini.
Akan ada empat laga perebutan sabuk Juara Dunia yang melibatkan para petarung dari berbagai negara.
Pada laga puncak, atlet asal Myanmar Aung La N Sang akan mempertahankan sabuk Juara Dunia ONE Middleweight miliknya dengan menghadapi atlet Belanda Reinier de Ridder.
Selain itu, ada laga perebutan sabuk Juara Dunia ONE Lightweight antara Christian Lee menghadapi atlet Moldova Iuri Lapicus.
Duel perebutan sabuk menarik lain terjadi antara dua atlet berdarah Vietnam. Martin Nguyen, imgiran yang tumbuh besar di Australia, akan mempertahankan sabuk Juara Dunia ONE Featherweight miliknya dari tantangan Thanh Le, atlet Amerika yang juga memiliki darah Vietnam.
Laga perebutan gelar lainnya melibatkan atlet China Xiong Jing Nan yang akan mempertahankan sabuk Juara Dunia ONE Women's Strawweight dari tantangan atlet tuan rumah Tiffany.
Selain empat laga perebutan sabuk emas, akan ada dua laga MMA lain antara atlet legendaris Filipina Eduard Folayang yang menghadapi atlet Australia Antonio Caruso.
Laga pembuka akan menyajikan duel antara peraih medali emas olimpiade dalam gulat Ritu Phogat menghadapi Juara Dunia Kun Khmer asal Kamboja Nou Srey Pov.
Ajang tersebut dapat disaksikan lewat ONE Super App.
