Mom
·
15 Juli 2020 10:29

Begini Cara Skrining Perkembangan Anak dengan Tabel Denver II

Konten ini diproduksi oleh Orami Parenting
Banyak orang tua yang bertanya-tanya mengenai tumbuh kembang anak setiap hari, setiap minggu, setiap bulan dan setiap tahun.
ADVERTISEMENT
Apakah anak sudah berkembang sesuai tahapan usianya? Apakah ada keterlambatan? Apa yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak?
Memantau tumbuh kembang anak sangat penting agar orang tua tidak menyesal di kemudian hari. Namun terkadang, kekhawatiran orang tua cenderung berlebihan.
Apalagi jika tumbuh kembang anak sendiri dibandingkan dengan tumbuh kembang anak orang lain. Melihat anak orang lain sudah mampu melakukan ini itu, orang tua menjadi stres sendiri.
Sebaiknya cek tumbuh kembang anak sendiri sesuai dengan ceklis skrining yang lebih valid, yakni Tes Denver II.

Tes Denver II

Begini Cara Skrining Perkembangan Anak dengan Tabel Denver II (43546)
Denver Developmental Screening Test (DDST) atau yang dikenal dengan Tabel/Tes Denver adalah alat skrining untuk menemukan penyimpangan perkembangan pada anak usia 0-6 tahun.
ADVERTISEMENT
Tujuannya adalah menilai tingkat perkembangan anak sesuai kelompok seusianya, serta digunakan untuk memonitor dan memantau perkembangan bayi atau anak dengan risiko tinggi terjadinya penyimpangan perkembangan secara berkala.
DDST pada mulanya diperkenalan pada tahun 1967 oleh Frankenburg dan Dodds, sebagai alat bantu skrining perkembangan anak pada situasi normal oleh para dokter anak.
Tabel Denver II ini dipergunakan untuk menemukan terjadinya penyimpangan perkembangan, terutama perkembangan berbicara pada anak.
Tes Denver II bukan tes IQ, melainkan untuk memantau perkembangan anak dari 4 aspek, yakni aspek perilaku sosial, motorik halus, motorik kasar dan bahasa sesuai dengan kelompok usia anak.
Sebaiknya, Tes Denver II ini dilakukan oleh pakar seperti dokter anak, namun Moms juga bisa memantau perkembangan anak sendiri melalui Tabel/Tes Denver II.
ADVERTISEMENT
Moms bisa mendapatkan tabel ini bisa dengan meminta kepada dokter anak dan mengevaluasinya setiap bulan atau Moms bisa searching di browser.

Cara Skrining dengan Tabel Denver II

Begini Cara Skrining Perkembangan Anak dengan Tabel Denver II (43547)
Cara Skrining:
  1. Ada satu tabel dan satu petunjuk yang harus disiapkan.
  2. Tetapkan usia kronologis anak jika anak prematur.
  3. Buat garis lurus (vertikal) dari atas sampai bawah sesuai dengan usia anak.
  4. Uji semua item dengan cara: uji 3 hal yang berada di sebelah kiri garis umur tanpa menyentuh batas usia, uji hal yang berpotongan pada garis usia, hal sebelah kanan tanpa menyentuh garis usia sampai anak gagal.
  1. Hitung berapa banyak yang Fail dan Pass.
Penilaian:
ADVERTISEMENT
  • F (Fail/gagal), jika anak tidak mampu melakukan uji coba dengan baik
  • R (Refusal/menolak), jika anak menolak untuk uji coba
  • P (Pass/lewat), jika anak dapat melakukan uji coba dengan baik
  • NO (No Opportunity), jika anak tidak punya kesempatan untuk melakukan uji coba karena ada hambatan
Interpretasi dari Nilai Denver II:
  • Advanced: Anak mampu melaksanakan tugas pada hal-hal di sebelah kanan garis umur, lulus kurang dari 25 persen anak yang lebih tua dari usia tersebut
  • Normal: Anak gagal/menolak tugas pada hal-hal disebelah kanan garis umur, lulus/gagal/menolak pada item antara 25-75 persen (warna putih)
  • Caution: Anak gagal/menolak pada hal-hal antara 75-100 persen (warna hijau)
  • Delay: Gagal/menolak hal-hal yang ada disebelah kiri dari garis umur.
ADVERTISEMENT
Bukan Harga Mati
Begini Cara Skrining Perkembangan Anak dengan Tabel Denver II (43548)
Tabel Denver II ini sebaiknya tidak dijadikan patokan mati perkembangan anak Moms.
Coba konsultasikan dengan dokter atau ahli jika anak Moms menunjukkan tanda-tanda keterlambatan perkembangan. Melalui skrining ini di rumah, Moms bisa melakukan stimulasi yang diperlukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak serta tidak panik dalam menyikapi tumbuh kembang anak.
Setiap anak memiliki tumbuh kembang yang berbeda-beda. Namun, bukan berarti sebagai orang tua mengabaikan milestone tumbuh kembang anak sepenuhnya.
Artikel dari Orami Parenting