Bahlil Klaim B50 Lebih Ramah Mesin, Ganti Filter Lebih Jarang Dibanding B40

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, memberikan sambutan pada acara peluncuran Biodiesel B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, memberikan sambutan pada acara peluncuran Biodiesel B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Pemerintah akhirnya meluncurkan bahan bakar B50 di Rest Area KM57, Karawang pada Kamis (9/7). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membeberkan salah satu keunggulan signifikan dari bahan bakar berbasis minyak kelapa sawit tersebut.

Bahlil mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan teknis, karakteristik B50 justru berpotensi lebih bersahabat terhadap komponen mesin kendaraan jika dibandingkan dengan pendahulunya, B40. Salah satu indikator utamanya terlihat pada masa pakai filter bahan bakar (fuel filter).

"Kalau B40 filter-nya diganti pada ukuran 10 ribu–20 ribu kilometer, kalau B50 ada yang 40 ribu kilometer belum diganti filter-nya," ujar Bahlil di sela-sela acara peluncuran di Karawang, Kamis (9/7/2026).

Presiden Prabowo mengamati Biodiesel B50 yang akan diluncurkan di Karawang, Kamis (9/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Lebih lanjut, kata Bahlil, B50 sudah dites selama enam bulan di berbagai jenis kendaraan, mulai dari lokomotif, kendaraan komersial dan penumpang, serta mesin kapal. "Dari kendaraan Asia hingga Eropa sudah dites menggunakan B50," katanya.

Pernyataan ini menepis kekhawatiran sebagian pelaku industri dan masyarakat mengenai dampak tingginya persentase campuran biodiesel terhadap performa mesin.

Namun, temuan yang disampaikan Bahlil menunjukkan adanya peningkatan kualitas formula atau teknologi adaptasi pada B50. Dengan masa pakai filter yang mampu menembus angka 40 ribu kilometer, efisiensi biaya perawatan kendaraan bagi konsumen, khususnya armada logistik dan transportasi berat, bisa ditekan secara signifikan.

“B50 ada persoalan soal kedaulatan dan kemandirian bangsa untuk menghasilkan energi dari negara kita sendiri,” kata Bahlil.