BYD Indonesia Buka Suara Soal Bangunan Pabrik Subang yang Kebakaran
·waktu baca 2 menit

PT BYD Motor Indonesia buka suara perihal insiden kebakaran yang terjadi di area proyek pembangunan pabrik mereka di Subang, Jawa Barat, Kamis (4/6). Peristiwa tersebut dikatakan sudah ditangani dengan baik dan kondusif.
"BYD Indonesia mengetahui adanya insiden yang terjadi di salah satu bangunan yang saat ini masih dalam tahap konstruksi di area proyek BYD Subang," buka Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan dihubungi kumparan, Jumat (5/6).
Luther menjelaskan api muncul di bagian atap bangunan yang masih dalam proses konstruksi dan menyebabkan kebakaran kecil. Penelusuran lebih lanjut, tidak ada korban luka maupun jiwa dari peristiwa tersebut.
"Penyebab insiden masih dalam proses investigasi. Sementara itu, kami telah menginstruksikan kontraktor untuk semakin memperkuat penerapan protokol dan standar keselamatan di seluruh area proyek," terang Luther.
Hingga kini, pabrikan tengah melakukan investigasi lebih lanjut dan belum dapat memberikan informasi tambahan. Sementara tersebarnya kabar calon fasilitas perakitan BYD di Tanah Air itu terbakar berawal dari video yang diunggah pengguna media sosial.
Pabrik BYD Subang siap beroperasi
Soal fasilitas perakitan BYD di Indonesia, lokasinya menempati kawasan industri di Subang, Jawa Barat. Perkembangan terbaru, proses pembangunan infrastruktur tersebut dikatakan sudah mulai masuk tahap akhir.
"Namun, saat ini proses pembangunan memang sudah memasuki tahap akhir. Tahap ini sangat penting karena berkaitan dengan aspek compliance terhadap operasional pabrik,” kata Luther dijumpai pada kesempatan berbeda di Bogor, Jawa Barat (13/5/2026).
BYD berkomitmen untuk segera menyelesaikan pembangunan pabrik di dalam negeri. Informasi terbatas yang dapat disampaikannya bahwa fasilitas tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun.
Catatan penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menunjukkan, Atto 1 dan M6 menjadi model paling populer BYD di Tanah Air sejauh ini.
Periode Januari-April 2026, Atto 1 sudah tersalurkan sebanyak 7.841 unit dan M6 sebanyak 4.820 unit. Sementara sejak diluncurkan pertama kali, masing-masing sudah menorehkan angka 30.423 unit untuk Atto 1 dan 21.626 unit untuk M6.
Sementara sejak beroperasi di Indonesia pada 2024, BYD mengeklaim telah berhasil menjual produk-produknya lebih dari 90 ribu unit. Saat ini, jenama China itu telah memiliki lini meliputi Atto 1, Dolphin, Atto 3, Sealion 7, M6, dan segmen premium Denza D9.
