BYD Klarifikasi Insiden Kebakaran di Pabrik Subang: Tak Ganggu Operasional
·waktu baca 2 menit

BYD Indonesia angkat bicara terkait kabar kebakaran yang terjadi di fasilitas produksinya di Subang, Jawa Barat pada 4 Juni 2026 lalu. Perusahaan menegaskan insiden tersebut bukan peristiwa besar dan tidak berdampak signifikan terhadap operasional.
Head of Marketing PR and Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan titik api hanya muncul di bagian kecil bangunan, tepatnya di area atap. Ia menyebut kejadian itu dipicu oleh kelalaian pihak kontraktor yang sedang bekerja di lokasi proyek.
"Memang ada sedikit keteledoran dari oknum pihak kontraktor sehingga menyebabkan ada bagian kecil di posisi atap yang terbakar," kata Luther saat ditemui di Jakarta, Kamis (12/6).
Menurutnya, kepulan asap yang terlihat besar disebabkan oleh jenis material yang terbakar. Meski area terdampak terbatas, bahan tersebut menghasilkan asap pekat sehingga terlihat mencolok dari kejauhan.
"Karena material yang terbakar itu tertentu, menyebabkan asap yang cukup tebal. Namun memang terlihat asapnya ngebul karena material yang terbakar berbahan plastik dan karet," ujarnya.
Luther memastikan penanganan insiden berlangsung cepat dan terkendali. Api disebut berhasil dipadamkan dalam waktu singkat tanpa perlu penanganan besar dari luar.
"Tapi setelah pemadaman secara mandiri dan ada fasilitas pemadaman juga, hanya dalam waktu 10 menit selesai," tutur dia.
Ia juga menegaskan bahwa insiden tersebut tidak mengganggu proses pembangunan pabrik yang saat ini memasuki tahap akhir. Seluruh aktivitas di lokasi disebut tetap berjalan normal seperti biasa.
"Aktivitas pabrik tetap berjalan, tidak terganggu, termasuk persiapan finalisasinya," kata Luther.
Sebelumnya, beredar video di media sosial yang memperlihatkan kepulan asap hitam dari sebuah bangunan yang diduga merupakan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat. Narasi yang menyertai video tersebut menyebut kebakaran terjadi akibat puntung rokok dan membuat pekerja panik.
Dalam rekaman itu, tampak bangunan yang belum sepenuhnya rampung mengeluarkan asap tebal. Video tersebut diambil dari sudut pandang gedung lain yang lebih tinggi, sehingga memperlihatkan area proyek secara keseluruhan.
Adapun pabrik BYD di Subang merupakan salah satu investasi besar perusahaan jenama China ini di Indonesia dengan nilai mencapai Rp 11,2 triliun. Fasilitas ini ditargetkan segera beroperasi dan diproyeksikan mampu menyerap hingga 3.000 tenaga kerja.
