Pabrik BYD di Subang Diresmikan, Kapasitas Produksi 150 Ribu Unit per Tahun

BYD akhirnya meresmikan operasional pabriknya yang berada di Subang, Jawa Barat. Langkah strategis ini menandai babak baru pabrikan tersebut, sekaligus membuktikan komitmen dalam mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Kehadiran basis produksi lokal ini juga mendapat sambutan positif dari pemerintah. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa investasi dan peresmian fasilitas ini memiliki nilai penting bagi peta industri otomotif dalam negeri.
"Peresmian fasilitas produksi BYD Motor Indonesia hari ini bukan hanya pembukaan pabrik baru, melainkan simbol lahirnya harapan dan peluang bagi kemajuan industrialisasi nasional melalui penciptaan ekosistem industri," tegas Agus Gumiwang di Subang, Kamis (3/9).
Sejalan dengan dukungan pemerintah, Vice President of BYD Co., Ltd. sekaligus General Manager of BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, mengungkapkan bahwa pencapaian hari ini merupakan buah dari perjalanan panjang serta visi besar perusahaan dalam mengembangkan teknologi transportasi masa depan.
"Sudah puluhan tahun lalu kami memiliki impian untuk mengembangkan kendaraan seperti yang ada hari ini. Proses dan perjalanannya sendiri telah berlangsung selama hampir 40 tahun," ujar Liu Xueliang di sela-sela peresmian pabrik.
Ia menegaskan, misi utama BYD sejak awal adalah menghadirkan solusi mobilitas berkelanjutan bagi masyarakat luas, termasuk pengembangan kendaraan berteknologi energi terbarukan hingga pemanfaatan tenaga surya.
Sejak menghentikan produksi kendaraan berbahan bakar fosil sepenuhnya pada 2022, BYD berfokus penuh pada lini New Energy Vehicle (NEV). Hasilnya, secara global BYD berhasil membukukan penjualan hingga 4,6 juta unit kendaraan pada tahun lalu.
Untuk mendukung pertumbuhan populasi kendaraan yang masif tersebut, BYD memperluas jaringan purna jual dan infrastruktur pendukung. Tahun ini, BYD menargetkan kerja sama dengan 100 mitra diler dan berambisi melipatgandakannya menjadi 200 mitra pada tahun depan, lengkap dengan komitmen pembangunan jaringan charging station khusus pengguna BYD di berbagai wilayah.
Terkait fasilitas manufaktur di Subang, Liu mengenang awal mula penentuan lokasi yang dulunya hanya berupa hamparan lahan kosong. Kini, di atas lahan seluas 126 hektar tersebut telah berdiri fasilitas produksi modern berkapasitas hingga 150 ribu unit per tahun.
Pabrik ini dirancang secara terintegrasi penuh untuk melakukan 100 persen proses manufaktur di dalam negeri, mulai dari tahap stamping, welding, painting, hingga assembly untuk berbagai model terbaru BYD. Saat ini, fasilitas tersebut telah menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja lokal dan diproyeksikan mampu menampung hingga 20.000 pekerja saat beroperasi secara maksimal.
"Hari ini adalah milestone atau pencapaian bersejarah bagi BYD untuk merealisasikan impian kami sejak 30 tahun lalu. Kami berkomitmen menjadikan pabrik di Subang ini sebagai fasilitas yang memproduksi mobil-mobil terbaik, tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga untuk pasar dunia," pungkas Liu.
