Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten Media Partner
Festival Lembah Lore, Ajang yang Tertunda karena Bencana Sulteng
11 September 2019 11:48 WIB

ADVERTISEMENT
Tinggal menghitung hari lagi pelaksanaan Festival Lembah Lore. Festival yang melibatkan warga secara swadaya itu akan dipusatkan di Desa Wanga, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, dan akan dilaksanakan pada tanggal 20-22 September 2019.
ADVERTISEMENT
Proses persiapannya pun saat ini terus diintensifkan. Salahsatunya dengan mensosialisasikan secara massif, baik melalui publikasi yang melibatkan media cetak, daring dan elektronik. Upaya itu terlihat dengan mengundang awak media melalui konferensi pers di salah satu ruangan hotel di Palu, Selasa (10/9/2019).
Ketua Panitia Festival Muhammad Soebarkah mengatakan, keterlibatan media dalam mensosialisasikan Festival Lembah Lore ini sangat urgen. Sebab, publik secara seluas akan mengetahui bahwa komunitas masyarakat Lore juga memiliki ajang untuk mengenalkan tradisi masyarakat setempat melalui Festival Lembah Lore.
Dalam festival nantinya kata Abal panggilan akrab Muhammad Soebarkah, beberapa kegiatan akan dilaksanakan untuk meramaikan kegiatan ini. Di antaranya, pertunjukan seni tradisi dan budaya lokal serta camping ground.
" Saya belum bisa menggambarkan secara keseluruhan bagaimana keindahan di Lembah Lore, sulit untuk menggambarkan bagaimana sensasinya saat menikmati pemandangan dan dinginnya cuaca Lembah Lore," kata Abal.
ADVERTISEMENT
Pada Festival itu katanya, juga akan ditampilkan pameran produk komunitas, mozaik tanaman obat tradisional, diskusi bersama, mozaik tanaman pangan Lariang , dan ekspedisi Lembah Lore.
Menurut Abal, masih banyak kekayaan budaya yang terpendam di Lembah Lore. Ini kemudian yang mau dieksplor melalui Festival Lembah Lore untuk merasakan bagaimana kebersamaaan dengan masyarakat Lembah Lore.
"Bahkan bisa berkunjung ke tempat penghidupan mereka seperti kebun, sawah, peternakan kerbau yang ada di wilayah Bada," ujarnya.
Ia mengatakan, sejatinya festival ini terlaksana pada tahun 2018. Namun karena bencana pada 28 September 2018, sehingga tertunda pelaksanaannya dan baru akan dilaksanakan pada 2019 ini.
Festival ini kata Abal, tujuannya untuk mendorong kembali atau merajut tradisi, serta melestarikan alam.
ADVERTISEMENT
" Lebih memperkenalkan tradisi dan kekayaan budaya Lembah Lore," kata Abal.
Ia mengatakan, pada prinsipnya festival Lembah Lore ini bisa merajut tradisi yang mulai tergerus karena perkembangan teknologi dan tingginya kreatifitas tapi luput dengan tradisi yang ada.
"Semakin maju peradaban, tradisi ikut maju dalam masa depan, bukan justru hilang dari peradaban," katanya.
Kontributor: Ikram