Konten Media Partner

Tembakan Peringatan Malah Kena Warga, Polisi di Banggai Diperiksa Propam

Palu Posoverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penembakan. Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penembakan. Foto: Thinkstock

Seorang Brigadir Polisi berinisial MA yang berdinas di Satuan Reserse Kriminal Narkoba Polres Banggai diperiksa Propam karena diduga tidak profesional menggunakan senjata api.

MA diduga ingin memberi tembakan peringatan saat melerai perkelahian di salah satu Cafe di Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah, pada 6 Januari 2022 lalu, namun pelurunya justru mengenai seorang warga disekitar lokasi kejadian.

Dalam keterangan Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto, Senin (10/1), tertembaknya warga di lokasi parkir Cafe 168 House di Luwuk, Kabupaten Banggai itu, diduga dilakukan oknum anggota Satresnarkoba Polres Banggai.

Menurutnya, MA bermaksud melerai terjadinya keributan di lokasi parkir Cafe tersebut. Tetapi yang terjadi, MA dipukul oleh orang-orang yang dilerai, sehingga secara spontan, MA mencabut senjata dari pinggangnya dan bermaksud memberikan tembakan peringatan. Naas, pelurunya nyasar mengenai warga sekitar.

“Usai kejadian itu, hari itu juga Kapolres Banggai sudah memerintahkan Kasipropam untuk memproses Brigadir Pol MTA, dan selesai langsung ditahan, senpi ditarik dan diamankan oleh Kasipropam Polres Banggai,” kata Kabid Humas Polda Sulteng Didik.

Sementara itu, dari keterangan Kapolres Banggai, AKBP Yoga Priyahutama mengungkapkan, sudah memerintahkan Propam untuk memproses secepatnya kasus ini.

Pemeriksaan secara transparan dan normatif sesuai fakta yang ada. Baik terhadap personel Polri yang diamankan maupun terhadap warga yang terkena tembakan.

“Saat ini sudah ada tujuh saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan, termasuk security tempat hiburan malam, warga maupun personel Polres Banggai itu sendiri,” kata Yoga.

Untuk kronologis lengkapnya, sudah mulai menemui titik terang penyebab terjadinya permasalahan yang menyebabkan terjadinya letusan senjata.

“Saat ini kita masih fix kan kembali melalui pemeriksaan tambahan dan pemeriksaan konfrontasi, mengingat yang terkena luka tembak baru keluar dari rumah sakit. Dan rencananya akan dilakukan pemeriksaan tambahan mengingat diawal terjadi perbedaan keterangan,” ujar Kapolres.

“Kalau nanti sudah lengkap hasil pemeriksaan barulah kita akan rilis dengan sejelas-jelasnya dan secara profesional dan netral, dan kepada semua pihak yang tidak memiliki kompetensi dalam pemberitaan diharapkan tidak membuat statement sesuai alibinya masing-masing yang akhirnya menjadi berita hoax dalam alur ceritanya,” tegas Yoga. (RK)