Viral Presiden Mahasiswa Universitas Tadulako Dikeroyok dan Dianaya
·waktu baca 3 menit

Presiden Mahasiswa Universitas Tadulako (Presma Untad), Wiranto, diduga dianiaya dan dikeroyok oknum Polisi. Peristiwa itupun tersebar di beberapa media sosial sejak 1 Januari 2022.
Dikutip dari unggahan akun instagram @anakuntaddot.com, kejadian berawal pada tanggal 1 Januari 2022, sekira pukul 16.30 WITA. Wiranto sedang dalam perjalanan pulang ke rumah bersama kakaknya dengan mengendarai kendaraan roda empat. Saat di perjalanan tepatnya di depan Rumah Sakit Untad, mereka berpapasan dengan enam orang yang sedang mengendarai tiga unit sepeda motor yang berjalan zig zag.
Menurut Wiranto, mereka terlihat seperti melakukan pengejekan menggunakan gerakan tubuh dan tertawa mengarah kepadanya, sehingga ia berinisiatif mempertanyakan apa maksud mereka.
“Saya bertanya kepada mereka apa maksudnya ketawa begitu terus? (tanya Wiranto kepada salah satu dari mereka) setelah mendengar saya berbicara seperti itu kemudian mereka pindah di sebelah kanan depan pintu mobil kami dan berkata kau keberatan? (tanya mereka ke Wiranto),” ungkapnya, Senin (3/1).
Wiranto membeberkan, mereka juga melakukan intimidasi dengan berteriak menyuruh dirinya berhenti, tetapi ia tetap melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah. Pada saat di perjalanan pulang ia terus diikuti dari belakang dan terus berteriak menyuruhnya untuk berhenti.
Setelah itu, sesampainya di depan rumah tantenya tepat pukul 17.35 WITA, ia pun turun dari mobil dan cekcok dengan oknum yang diduga Densus 88, akan tetapi dilerai oleh kakanya dengan mengatakan jangan ada kontak fisik.
“Sayapun memilih untuk mundur menjauh kebelakang. Tak lama dari situ salah seorang dari mereka mengeluarkan kata-kata yang menyinggung saya,” kata Wiranto.
“Kamu keberatan? Kalo keberatan maumu apa? Kalau berani satu lawan satu,” ucap Wiranto mengutip perkataan oknum tersebut.
mendengar perkataan itu, ia pun maju kedepan dengan maksud mau mengklarifikasi perkataan mereka. Tiba-tiba salah satu dari mereka mengarahkan tangannya yang menunjukkan penyerangan kepadanya, sontak wiranto langsung menghindar dan melakukan pembelaan diri dengan menangkis serangannya.
Kemudian, Wiranto menjelaskan, teman mereka pun juga ikut memukuli dirinya yang menyebabkan seluruh bagian kepalanya terasa sakit, memar dibagian wajah kiri, sakit bagian bahu kiri dan kanan yang membuat ia kesulitan saat berbaring.
“Setelah selesai melakukan pengeroyokan, mereka tiba-tiba mau pergi tetapi ditahan oleh warga setempat untuk dimintai pertanggungjawaban mereka,” jelasnya.
Saat dikonfirmasi hal itu dibenarkan oleh Presiden Mahasiswa Universitas Tadulako, Moh. Wiranto Basatu, ia membenarkan kejadian tersebut, dan sudah melakukan pelaporan ke Polda Sulawesi Tengah dan laporan tersebut teregistrasi dengan Nomor: STPL/01/1/2022/Yanduan.
“Jam 19:00 kemarin dengan kondisi tubuh yang masih sakit, kepala terasa pusing dan dada terasa sesak kami melakukan pelaporan di Polda Sulteng. Setibanya kami di Polda, diketahui bahwa yang melakukan pengeroyokan adalah anggota Detasemen Khusus (Densus) 88,” pungkasnya. ** (RK)
