Konten Media Partner

Wagub Sulteng Imbau Patuhi Prokes saat PPKM Level 3 Jelang Nataru 2022

Palu Posoverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang wanita mengenakan masker pelindung berjalan melewati mural yang mempromosikan kesadaran akan wabah penyakit coronavirus. Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
zoom-in-whitePerbesar
Seorang wanita mengenakan masker pelindung berjalan melewati mural yang mempromosikan kesadaran akan wabah penyakit coronavirus. Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Ma’mun Amir mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 nantinya.

"Mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan," kata Mamun Amir dalam pesan WhatsApp, Minggu (21/11).

Kebijakan itu dikeluarkan oleh pemerintah guna mencegah lonjakan COVID-19 ketika momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 di semua wilayah Indonesia, mulai 24 Desember hingga 2 Januari 2022.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulteng saat ini tinggal menunggu keputusan dari pemerintah pusat sekaitan penerapan PPKM level 3 melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

Perlu diketahui, PPKM berdasarkan level tertuang dalam Inmendagri Nomor 22 Tahun 2021 dan Inmendagri Nomor 23 Tahun 2021.

Ilustrasi corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan

Penetapan PPKM Level 3 sendiri pada awalnya mengacu pada jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19, angka rawat inap di rumah sakit dan jumlah kematian.

Senada dengan itu, Direktur RSUD Anutapura Palu, drg. Herry Mulyadi berpendapat, PPKM level 3 tentu saja memiliki fungsi untuk mengantisipasi peningkatan penyebaran COVID-19 khususnya jelang Nataru.

"Dengan begitu bisa terdeteksi orang-orang yang terkonfirmasi positif, karena penularan COVID-19 pasti akan naik kalau dilepas aktivitas masyarakat," ujarnya.

Baginya, aturan tersebut bisa mengontrol masyarakat dan lebih memperketat protokol kesehatan.

"Karena BOR kita ini nol koma, memang beberapa daerah masih ada, tapi kita bersyukur Kota Palu kasus COVID-19 sudah turun. Tapi kita perlu tetap menjaga hasil ini bersama-sama bahkan jika perlu tidak ada lagi kasus COVID-19," katanya. *** (Miftahul)