DIY Jadi Tuan Rumah Kongres Nasional Dokter Spesialis Hati dan Gastro

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah Kongres Nasional (KONAS) dan Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) gabungan tiga organisasi profesi kedokteran yakni Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI), dan Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI). Kongres ini berlangsung hingga 26 Juli 2026 di The Alana Hotel & Convention Center, Sleman. Agenda tersebut dibuka oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Sabtu (25/7) pagi ini. Setidaknya ada 600 dokter spesialis penyakit dalam dan gastro hepatologi di seluruh Indonesia datang ke Yogyakarta untuk menghadiri agenda tersebut.
Sementara topik yang dibahas dalam agenda nasional ini terdiri dari kanker usus besar, asam lambung, penyakit hati, hingga obat-obatan terbaru yang nantinya akan diperkenalkan dalam forum.
Ketua Panitia Pelaksana KONAS & PIN PPHI-PGI-PEGI Yogyakarta 2026, Dr. Putut Bayupurnama, mengatakan bahwa konferensi ini dirancang sebagai forum komprehensif yang tidak hanya membahas isu-isu ilmiah terkini, tetapi juga kebijakan kesehatan nasional. “Kongres ini dilakukan setiap tiga tahun untuk mempertemukan cabang-cabang jika ada masalah tentang kesehatan. Di Jogja kita pernah melakukan kongres di 2004 jadi sudah 22 tahun yang lalu,” kata Putut kepada awak media saat konferensi pers agenda kegiatan tersebut, Sabtu (24/7). “Kami menghadirkan lebih dari 20 sesi ilmiah, termasuk workshop berbasis simulasi mutakhir dan demonstrasi prosedur intervensi langsung,” tambahnya. Agenda ini mengusung tema besar ‘Challenges and Innovations in Gastroenterohepatology: From Research to Clinical Practice’.
Forum ilmiah ini menjadi momentum strategis bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan untuk menyatukan visi dalam menghadapi tantangan penyakit pencernaan dan hati di Indonesia. Agenda ini juga dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI), Prof. Ari Fahrial Syam; Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), dr. Andri Sanityoso; Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI), dr. Achmad Fauzi. Ari Fahrial menyebut dalam agenda tersebut, pihaknya akan memperkenalkan teknologi berbasis AI untuk mendeteksi adanya tumor. “Ada satu produk baru untuk mendeteksi adanya tumor dengan teknik AI tapi tentu dia attach dengan endoskopi, sudah digunakan di Cina dan beberapa negara Eropa,” kata Ari dalam kesempatan yang sama. “Kasus-kasus tumor itu kita terlambat jadi kalau dibilang 70 persen kasus itu datang sudah stadium 4, alat ini membantu dokter mendeteksi lebih awal,” ujarnya.
