Kumparan Logo
Konten Media Partner

Eko Suwanto Desak Pemerintah Naikkan Danais DIY dan Dana Desa pada 2027

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto. Foto: Dok. Istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto. Foto: Dok. Istimewa.

Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto, mendesak pemerintah pusat menaikkan kembali alokasi Dana Keistimewaan (Danais) DIY dan Dana Desa. Desakan tersebut disampaikan menyusul penurunan Danais sebesar Rp420 miliar, dari Rp1,42 triliun pada 2024 menjadi Rp1 triliun pada 2025 dan 2026.

Eko mengatakan penurunan juga terjadi pada pendapatan transfer pemerintah pusat ke DIY. Berdasarkan angka yang disampaikannya, pendapatan transfer tersebut mencapai Rp3,55 triliun pada 2024, turun menjadi Rp3,04 triliun pada 2025, dan kembali berkurang menjadi Rp2,64 triliun pada 2026.

“Kami mendesak pemerintah pusat untuk menaikkan kembali dana transfer ke daerah, khususnya Dana Keistimewaan DIY dan Dana Desa, guna menopang pembangunan dan pelayanan publik,” kata Eko dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).

Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto. Foto: Dok. Istimewa.

Secara nasional, Eko menyoroti penurunan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari Rp864 triliun pada APBN 2025 menjadi Rp693 triliun pada 2026. Meski alokasi TKD dalam APBN 2027 meningkat menjadi Rp735 triliun, jumlah tersebut masih lebih rendah Rp129 triliun dibandingkan 2025.

Eko menilai penurunan transfer anggaran berpotensi membatasi kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan masyarakat. Ia juga mengkritik kecenderungan sentralisasi anggaran yang menurutnya tidak sejalan dengan semangat Reformasi 1998 dan otonomi daerah.

Selain Danais, Eko menyoroti alokasi Dana Desa di DIY yang menurutnya mengalami penurunan rata-rata sekitar 74 persen pada 2026. Ia meminta pemerintah pusat memulihkan anggaran tersebut, disertai perbaikan tata kelola keuangan di tingkat desa dan kalurahan.

Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto. Foto: Dok. Istimewa.

Menurut Eko, Danais memiliki peran dalam pembiayaan program penanganan kemiskinan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Ia mencontohkan penggunaan Danais untuk penanganan stunting di Kota Yogyakarta. Berdasarkan data yang disampaikannya, angka stunting turun dari 14,6 persen pada 2024 menjadi 8,4 persen pada 2025 melalui program yang turut didukung Danais di tingkat kelurahan.

Eko juga mengapresiasi paguyuban lurah Nayantoko dan Sekartejo yang ikut menyampaikan aspirasi peningkatan anggaran kepada Kementerian Keuangan dan DPR RI. Ia berharap peningkatan transfer pusat dapat memperkuat pelayanan bagi balita, ibu hamil, lansia, serta program penanggulangan kemiskinan dan pengangguran.

“Kita akan terus membangun komunikasi intensif dengan pemerintah pusat dan pihak terkait agar postur anggaran transfer ke daerah pada tahun 2027 dapat berpihak secara nyata pada kesejahteraan rakyat Yogyakarta,” kata Eko.