Nathan, Siswa Down Syndrome asal DIY Juara 1 Fashion Show FLS3N Nasional 2026

Nathan Trysthan Purwadi, siswa kelas XII SLB Negeri Pembina Yogyakarta, meraih juara 1 kategori fashion show pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026.
Siswa penyandang down syndrome itu menjadi yang terbaik di tingkat nasional setelah mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan menampilkan busana adat Jawa.
Keberhasilan tersebut disambut penuh sukacita oleh Nathan. Selain bangga dapat membawa nama DIY menjadi juara nasional, ia berencana menabung hadiah yang diterimanya sebagai tambahan untuk membeli sepeda motor yang telah lama diimpikan.
Guru SLB Negeri Pembina Yogyakarta, Damar Cahyono, mengatakan prestasi Nathan merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara bertahap.
Sebelum menekuni fashion show, sekolah sempat mengikutsertakannya dalam cabang olahraga seperti boccia dan lari untuk menggali potensinya.
“Awalnya Nathan sempat mencoba boccia dan lari. Lalu sejak tahun lalu kami melihat dia enjoy di fashion show, senang berlatih dan tampil. Akhirnya kami fokus mengembangkan potensinya di cabang itu,” kata Damar saat ditemui Pandangan Jogja, Kamis (23/7).
Menurut Damar, perjalanan Nathan di FLS3N dimulai pada 2025 ketika mewakili Kota Yogyakarta dan meraih juara II tingkat DIY.
Pada 2026, Nathan berhasil menjadi juara I tingkat DIY, kemudian mewakili provinsi di FLS3N tingkat nasional yang diikuti peserta dari seluruh Indonesia melalui sistem penilaian daring. Hasil lomba diumumkan pada 17 Juli 2026.
“Kami sangat bangga dan terharu. Juara 1 nasional bukan prestasi yang datang setiap tahun. Ini hasil kerja keras Nathan serta dukungan guru, sekolah, dan orang tua yang terus mendampinginya,” ujarnya.
Ibu Nathan, Siwi Susilaningrum, mengatakan keberhasilan putranya tidak lepas dari sinergi sekolah, guru pendamping, dan keluarga. Menurutnya, ketertarikan Nathan pada budaya pop Korea menjadi awal ditemukannya bakat di dunia fashion show.
Nathan mengidolakan RM BTS serta menyukai grup Treasure dan NCT. Ia juga gemar menari dan meniru gaya berpakaian para idolanya.
“Perjuangan Nathan tidak sendiri. Dukungan sekolah, guru pendamping, dan orang tua sangat diperlukan agar dia bisa terus berkembang hingga mencapai tingkat nasional,” kata Siwi saat dihubungi Pandangan Jogja, Kamis (23/7).
Siwi menambahkan, musik menjadi penyemangat bagi Nathan ketika semangatnya menurun dan membantunya tampil lebih percaya diri di atas panggung.
Ke depan, ia berharap prestasi tersebut menjadi awal perjalanan Nathan untuk terus berkembang, mandiri, serta kelak mampu membuka usaha yang melibatkan penyandang down syndrome lainnya.
“Nathan sangat suka dance dan mengidolakan RM BTS, Treasure, hingga NCT. Dia senang meniru gaya berpakaian mereka. Kalau mood-nya sedang turun, musik adalah obatnya,” ungkap Siwi.
“Kejuaraan ini bukan tujuan akhir. Saya berharap Nathan terus berkembang, mandiri, bertanggung jawab, dan suatu saat bisa memiliki usaha yang melibatkan anak-anak spesial agar mereka semakin berdaya,” pungkasnya.
