Pertama Naik Kereta di Usia 45 Tahun, Juminten Rekreasi Bersama 69 Warga Panti

Juminten (45) tersenyum saat menceritakan pengalaman pertamanya naik kereta, Selasa (27/10). Hari itu, ia bersama 69 warga dengan disabilitas psikososial lainnya mengikuti rekreasi menggunakan Kereta Bandara menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
“Senang,” ucap Juminten singkat kepada Pandangan Jogja.
Juminten merupakan penghuni Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Bina Laras (BRSBKL), Dinas Sosial DIY. Meski kereta membawanya menuju Kulon Progo, kabupaten kelahirannya, ia baru pertama kali merasakan perjalanan dengan moda transportasi tersebut pada usia 45 tahun.
Dari balik jendela kereta, Juminten berkesempatan menikmati pemandangan Kota Yogyakarta hingga bentang wilayah Kulon Progo. Putrinya juga ikut dalam perjalanan itu.
“Itu anak saya,” kata Juminten sambil menunjuk putrinya.
Tak hanya Juminten, beberapa peserta lain juga mengaku baru pertama kali naik kereta.
Sementara bagi Benny Fernando (35), perjalanan ini menjadi kesempatan menikmati pemandangan sembari belajar kosakata bahasa Inggris melalui kamus.
Benny mengaku rutin mempelajari bahasa Inggris sejak berusia 19 tahun. Ia menyebut kemampuan bahasa Inggrisnya kini berada pada tingkat A2.
Meski sudah pernah naik kereta, Benny belum pernah masuk ke Bandara YIA.
“Sambil belajar kosakata, sambil lihat-lihat pemandangan. Bandara YIA dulu sempat lewat, tapi belum pernah masuk,” ujar Benny.
Rekreasi Bersama Pendamping
Kepala Dinas Sosial DIY, Suyarno, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 orang dengan disabilitas psikososial (ODDP). Bersama pendamping dan peserta lainnya, jumlah rombongan mencapai sekitar 121 orang.
“Untuk ODDP-nya ada sekitar 70 orang dengan pendamping dan lain-lain jadi sekitar sekitar 121 orang,” ujar Suyarno di area Stasiun Yogyakarta, Selasa (27/10).
Kegiatan ini merupakan kerja sama Rehabilitasi YAKKUM, Pemda DIY, BRSBKL, Yayasan Rumpun Nurani, PT Kereta Commuter Indonesia, dan PT Angkasa Pura Indonesia, dengan dukungan CBM Global.
Suyarno menjelaskan, para peserta diajak merasakan pengalaman yang mungkin belum pernah mereka dapatkan sebelumnya. Salah satunya melalui perjalanan menggunakan kereta bandara.
Sementara itu, Staf Fungsional Level III PT Kereta Commuter Indonesia Wilayah VI Yogyakarta, Rustam Bintono, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan transportasi yang inklusif.
Menurut Rustam, kebutuhan pendampingan tidak semestinya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. Petugas memberikan bantuan sesuai situasi dan kebutuhan penumpang.
“Ini kan sifatnya tentatif ya, kalau begitu ada kesulitan, terutama disabilitas yang sering ya yang menggunakan security kita atau frontliner kita sigap untuk selalu melayani,” katanya.
