Kumparan Logo
Konten Media Partner

126 Desa di DIY Ada di Bawah Jaringan Listrik Tegangan Tinggi-Kawasan Kumuh

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kawasan permukiman padat di bawah jaringan listrik tegangan tinggi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kawasan permukiman padat di bawah jaringan listrik tegangan tinggi. Foto: Pixabay

Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat sebanyak 126 kalurahan dan kelurahan di lima kabupaten/kota di DIY masih bermukim di bantaran sungai, bawah jaringan listrik tegangan tinggi, maupun kawasan permukiman kumuh pada 2024.

Data tersebut tercantum dalam dokumen Statistik Lingkungan Hidup DIY 2025 yang dirilis pada 16 Oktober 2025, berisi kondisi lingkungan hidup di DIY selama periode 2021–2024.

Berdasarkan data BPS, 39 kalurahan/kelurahan berada di bantaran sungai, 68 kalurahan di bawah jaringan listrik tegangan tinggi, dan 19 kalurahan di kawasan permukiman kumuh.

Kota Yogyakarta dan Bantul menjadi wilayah dengan jumlah kalurahan terbanyak yang bermukim di bantaran sungai, masing-masing 13 kalurahan/kelurahan. Sementara itu, Sleman memiliki 22 kalurahan yang berada di kawasan jaringan listrik tegangan tinggi, dan Kota Yogyakarta tercatat memiliki 11 kelurahan yang tinggal di permukiman kumuh.

Ketua Tim Statistik Sosial BPS DIY, Agung Wibowo, menjelaskan bahwa data tersebut diperoleh melalui pendataan Potensi Desa (Podes) yang dilakukan oleh BPS dengan melibatkan pemerintah kalurahan sebagai responden.

“Ini pendataannya dari BPS, yaitu pendataan Potensi Desa. Responden pendataan ini adalah kepala kalurahan atau perangkat kalurahan di kalurahan setempat,” kata Agung saat dihubungi Pandangan Jogja, Kamis (23/10).