193 Seniman dari 24 Negara Akan Hadir di Pesta Boneka #10 Yogyakarta

Sebanyak 193 seniman dari 33 kelompok di 24 negara akan hadir dalam Pesta Boneka #10 di Yogyakarta pada 6–11 Oktober 2026. Festival teater boneka internasional ini digelar Papermoon Puppet Theatre di Ruang Pana, Kompleks Kampoeng Media, Sleman.
Pesta Boneka pertama kali digelar pada 2008 dengan melibatkan lima seniman dari empat negara. Sejak saat itu, festival ini terus berkembang dan memperluas pertemuan antara seniman teater boneka dari berbagai negara. Pada penyelenggaraan ke-10 tahun ini, jumlahnya mencapai 193 seniman dari 24 negara.
Perkembangan Pesta Boneka tidak terlepas dari Papermoon Puppet Theatre, kelompok teater boneka yang berbasis di Yogyakarta. Didirikan Maria Tri Sulistyani bersama Iwan Effendi pada April 2006, Papermoon menjadikan Yogyakarta sebagai tempat untuk mengembangkan karya sekaligus membangun jejaring dengan seniman dan komunitas dari berbagai negara.
Bagi Papermoon, Pesta Boneka juga menjadi cara untuk mempertemukan kembali karya dan jejaring internasional dengan publik di Yogyakarta. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi cara bagi Papermoon untuk kembali ke kota tempat kelompok ini tumbuh setelah banyak menjalani pertunjukan di luar negeri.
Pendiri sekaligus Direktur Artistik Papermoon Puppet Theatre, Maria Tri Sulistyani, mengatakan Pesta Boneka menjadi cara bagi kelompoknya untuk pulang dan bertemu dengan publik di tanah air.
“Aku pikir sebenarnya pesta boneka itu adalah selalu cara kami untuk pulang. Paper Moon tahu banget kami itu jarang banget pentas di tanah air gitu dan pesta boneka adalah cara kami untuk selalu pulang memberikannya kepada orang-orang yang ada di rumah,” kata Maria saat ditemui tim Pandangan Jogja, Senin (21/9).
Menurut Maria, keberadaan Yogyakarta juga menjadi bagian penting dari perjalanan Papermoon. Ekosistem seni di kota ini, menurut dia, memberi ruang bagi kelompok tersebut untuk terus mengembangkan praktiknya.
“Kalau enggak di Jogja enggak bisa sih bikin-bikin Paper Moon Puppet Theater. Ini adalah kota yang sebenarnya menurut aku sangat sangat memungkinkan semua itu tumbuh,” ujarnya.
Pada edisi ke-10, Pesta Boneka mengusung tema “Holding Hands”. Tema ini mengangkat gagasan tentang pertemuan seniman dan publik dari berbagai latar budaya melalui seni. Gagasan tersebut hadir melalui pertunjukan, pemutaran film dokumenter, diskusi, forum, dan lokakarya.
Selain di Yogyakarta, sebagian program Pesta Boneka juga akan dibawa ke Jakarta dan Bali melalui Pesta Boneka on Wheels. Program ini berlangsung di Salihara, Jakarta, pada 13–15 Oktober 2026 dan Titik Dua Ubud, Bali, pada 16–18 Oktober 2026.
Program tersebut akan mempertemukan seniman internasional dengan sekolah, komunitas, institusi budaya, dan publik di kedua kota. Dengan begitu, Pesta Boneka dapat menjangkau lebih banyak publik setelah festival utama di Yogyakarta.
Meski membawa programnya ke sejumlah kota, Pesta Boneka tetap menjadikan Yogyakarta sebagai basis. Perjalanan festival ini mengikuti perjalanan Papermoon dalam membawa praktik teater boneka yang tumbuh di Yogyakarta untuk bertemu dengan seniman dan publik dari berbagai negara.
