2 Peserta Aksi May Day di Jogja Diduga jadi Korban Kekerasan Orang Tak Dikenal
·waktu baca 2 menit

Dua anggota Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Yogyakarta diduga menjadi korban pengeroyokan saat mengikuti aksi demonstrasi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di area Gedung DPRD DIY, Jumat (1/5).
Insiden diduga terjadi ketika massa yang tergabung dalam Aliansi Mei Melawan (AMEL) dan Gerakan Nasional Pendidikan (GNP) hendak meninggalkan lokasi demo melalui ruas jalan samping Gedung DPRD DIY.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Pandangan Jogja, Humas AMEL, Bung Koes, menyebut ada sekelompok orang yang melontarkan teriakan bernada kasar kepada massa aksi dan menghentikan laju kendaraan massa.
Sekitar sepuluh orang kemudian menyerang salah satu anggota SMI Jogja setelah kendaraan berhenti.
“Dalam kejadian tersebut, salah seorang pelaku menggunakan tongkat bendera yang sebelumnya dirampas dari massa aksi untuk melakukan pemukulan,” kata Bung Koes dalam rilis yang diterima Jumat (1/5).
Anggota SMI Jogja lain yang berupaya merekam kejadian turut menjadi sasaran kekerasan. Korban disebut dipukul berulang kali di bagian kepala dan ponselnya sempat dirampas sebelum berhasil direbut kembali.
Akibat kejadian tersebut, Boengkoes menyebut korban mengalami luka di bagian tangan kiri serta nyeri di kepala pasca kejadian.
Dalam konferensi pers di PSPK UGM pada Sabtu (2/5), LBH Yogyakarta yang mendampingi kasus ini menyebut bahwa korban telah melakukan visum dan tengah menyiapkan laporan ke kepolisian.
Sementara itu, Kasihumas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan, mengaku pihaknya tak menjumpai adanya insiden kekerasan di lokasi aksi.
"Tidak ada kejadian apa-apa. Saya dan pak Kapolresta juga berada di DPRD sampai aksi selesai," ujar Iptu Dani Hasan, dikonfirmasi Pandangan Jogja, Jumat (1/5).
