Konten Media Partner

6 Kasus Aktif Malaria Ditemukan di Kulon Progo, Mayoritas di Kawasan Menoreh

15 Mei 2024 14:44 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Nyamuk Anopheles penyebar malaria. Foto: Jim Gathany/CDC via Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Nyamuk Anopheles penyebar malaria. Foto: Jim Gathany/CDC via Wikimedia Commons
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulon Progo mencatat temuan 6 kasus aktif malaria di Kulon Progo per Selasa (14/5) kemarin.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinkes Kulon Progo, Sri Budi Utami, mengatakan bahwa kebanyakan kasus malaria yang ditemukan di Kulon Progo berada di kawasan perbukitan Menoreh.
“Seperti di Kapanewon Girimulyo, Kokap, dan Samigaluh,” kata Sri Budi Utami, Rabu (15/5).
Semua pasien malaria di Kulon Progo menurutnya tertular dari luar daerah dan baru menyadari jika mereka terinfeksi malaria setelah pulang ke Kulon Progo. Sementara itu, belum ditemukan kasus penularan malaria yang terjadi langsung di dalam wilayah Kulon Progo.
“Karena saat ditemukan, pasien langsung ditangani dengan baik di fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Dengan adanya temuan ini, Dinkes Kulon Progo menurutnya langsung meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya penularan yang lebih luas.
Karena semua kasus yang ditemukan berasal dari luar daerah, Pemkab Kulon Progo menurutnya juga sudah berkoordinasi dengan Pemkab Purworejo yang wilayahnya berbatasan langsung dengan mereka.
ADVERTISEMENT
Selain itu juga sudah ada perjanjian kerja sama antara Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo dengan Kecamatan Kaligesing, Purworejo, untuk mengeliminasi malaria dari dua wilayah tersebut.
Dengan perjanjian itu, maka kedua wilayah bisa saling berbagi alat, sumber daya, dan sebagainya untuk mengatasi malaria.