6 Kasus Aktif Malaria Ditemukan di Kulon Progo, Mayoritas di Kawasan Menoreh
·waktu baca 1 menit

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulon Progo mencatat temuan 6 kasus aktif malaria di Kulon Progo per Selasa (14/5) kemarin.
Kepala Dinkes Kulon Progo, Sri Budi Utami, mengatakan bahwa kebanyakan kasus malaria yang ditemukan di Kulon Progo berada di kawasan perbukitan Menoreh.
“Seperti di Kapanewon Girimulyo, Kokap, dan Samigaluh,” kata Sri Budi Utami, Rabu (15/5).
Semua pasien malaria di Kulon Progo menurutnya tertular dari luar daerah dan baru menyadari jika mereka terinfeksi malaria setelah pulang ke Kulon Progo. Sementara itu, belum ditemukan kasus penularan malaria yang terjadi langsung di dalam wilayah Kulon Progo.
“Karena saat ditemukan, pasien langsung ditangani dengan baik di fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Dengan adanya temuan ini, Dinkes Kulon Progo menurutnya langsung meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya penularan yang lebih luas.
Karena semua kasus yang ditemukan berasal dari luar daerah, Pemkab Kulon Progo menurutnya juga sudah berkoordinasi dengan Pemkab Purworejo yang wilayahnya berbatasan langsung dengan mereka.
Selain itu juga sudah ada perjanjian kerja sama antara Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo dengan Kecamatan Kaligesing, Purworejo, untuk mengeliminasi malaria dari dua wilayah tersebut.
Dengan perjanjian itu, maka kedua wilayah bisa saling berbagi alat, sumber daya, dan sebagainya untuk mengatasi malaria.
