Kumparan Logo
Konten Media Partner

7 Hari Pencarian, Balita yang Hanyut di Sungai Belik, Bantul, Belum Ditemukan

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proses pencarian balita yang hanyut di Sungai Belik, Pleret, Bantul. Foto: Basarnas Yogyakarta
zoom-in-whitePerbesar
Proses pencarian balita yang hanyut di Sungai Belik, Pleret, Bantul. Foto: Basarnas Yogyakarta

Memasuki hari ketujuh pencarian, ANS (4), balita yang dilaporkan hilang setelah terpeleset dan jatuh ke Sungai Belik, Pleret, Bantul, masih belum ditemukan.

Kepala Seksi Operasi SAR DIY Distrik Bantul, Bondan Supriyanto, mengatakan hingga Jumat (20/12), tim SAR gabungan terus berupaya mencari korban.

“Operasi SAR hari ke-7 adalah hari terakhir tim Search and Rescue Unit (SRU) melakukan penyisiran di Tempuran Kali Belik dan Sungai Opak hingga selatan Dam Blawong,” ujar Bondan saat dihubungi Pandangan Jogja, Jumat (20/12).

Proses pencarian balita yang hanyut di Sungai Belik, Pleret, Bantul. Foto: Basarnas Yogyakarta

Pencarian juga dilakukan dengan pembersihan di Dam Sindet hingga Dam Demi serta menggunakan drone air dan udara untuk menjangkau area yang sulit dijangkau secara manual.

Selain itu, Pondok Pesantren Fadlun Minalloh, yang berada dekat lokasi ANS terjatuh, terus mengadakan pengajian dan doa bersama selama proses pencarian berlangsung.

Proses pencarian balita yang hanyut di Sungai Belik, Pleret, Bantul. Foto: Basarnas Yogyakarta

Namun, saat ditanya mengenai kemungkinan operasi SAR akan diperpanjang atau ditutup, Bondan belum memberikan keterangan lebih lanjut.

Sebelumnya, ANS terakhir terlihat melalui rekaman CCTV Pondok Pesantren Fadlun Minalloh pada Sabtu (14/12), sekitar pukul 10.10 WIB. Dalam rekaman, korban tampak bermain di tepi sungai sebelum terpeleset dan terbawa arus Sungai Belik.