Ada 21 Geng Pelajar di Bantul yang Sering Terlibat Tawuran

Konten Media Partner
26 Mei 2023 13:55 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi tawuran pelajar. Foto: Antara
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tawuran pelajar. Foto: Antara
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Polres Bantul mencatat ada sekitar 21 geng pelajar di Kabupaten Bantul yang kerap terlibat aksi tawuran. Dalam lima bulan terakhir pada tahun 2023 ini saja, Polres Bantul telah menangani 14 kasus tawuran antargeng pelajar.
ADVERTISEMENT
Kapolres Bantul, AKBP Ihsan, mengungkapkan bahwa dari sekian banyak aksi tawuran tersebut, sudah ada 16 anak yang dinyatakan sebagai pelaku dan berurusan dengan hukum.
"Perilaku kenakalan remaja di Kabupaten Bantul telah kita tangani dengan pola pre-emtif dan preventif dan represif. Bahkan sampai tindakan tegas terukur," kaya AKBP Ihsan, Jumat (25/5).
"Namun, tindakan tegas terukur secara keras merupakan hal yang tidak kita harapkan," lanjutnya.
Terkait banyaknya aksi kejahatan yang melibatkan remaja sekolah, Polres Bantul menurutnya akan terus memerangi geng-geng sekolah yang sudah membuat resah warga Bantul tersebut.
"Kami menyikapi situasi keamanan dan kenyamanan Bantul yang terganggu oleh aksi-aksi kenakalan remaja yang disebut geng-gengan," ujarnya.
Kapolres Bantul, AKBP Ihsan (tengah). Foto: Tribrata News
Ihsan juga mengatakan bahwa kepolisian tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas untuk memberantas geng-geng sekolah tersebut.
ADVERTISEMENT
Polres Bantul menurut dia juga telah membentuk tim khusus untuk ikut mengawasi anak-anak yang pernah diamankan dan terlibat kasus.
"Hal ini menjadi pemantauan agar anak tersebut benar-benar tidak kembali terlibat kasus," ujarnya.
Meski demikian, penanganan terhadap kenakalan remaja menurut dia tidak bisa hanya diselesaikan oleh penegak hukum saja. Oleh karena itu, Ihsan mengajak seluruh pemangku kebijakan, termasuk sekolah dan Pemda setempat, serta orang tua untuk ikut berperan aktif.
"Kami butuh keterlibatan semua pihak. Kami mengimbau kepada seluruh pihak, terutama adik-adik yang merasa masih terlibat kegiatan tersebut, berhenti sekarang juga, atau kami akan tindak tegas," pungkasnya.