Kumparan Logo
Konten Media Partner

Atasi Stunting di Yogya, Ketua Komisi A DPRD DIY Dukung Rp120 Juta/Kelurahan

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto. Foto: Dok. Istimewa

Kebijakan anggaran yang bersumber dari Dana Keistimewaan sebesar Rp120 juta per kelurahan untuk program percepatan penanganan stunting di Kota Yogyakarta mendapat dukungan dari Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto.

Menurut Eko, dukungan anggaran tersebut diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting di Kota Yogyakarta melalui intervensi yang lebih terukur hingga tingkat kelurahan.

“Program ini penting untuk memastikan anak-anak bisa tumbuh sehat dan mendapatkan perhatian sejak dini. Kita berharap target penurunan stunting di Kota Yogyakarta bisa terus tercapai,” kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Jumat (8/5/2026).

kumparan post embed
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto. Foto: Dok. Istimewa

Ia menjelaskan, program penanganan stunting tahun 2026 merupakan kelanjutan dari program tahun sebelumnya. Pada 2025, anggaran sebesar Rp100 juta per kelurahan disebut berkontribusi terhadap penurunan angka stunting dari 14,6 persen menjadi 8,4 persen.

Melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Danais, total anggaran penanganan stunting di Kota Yogyakarta pada 2026 mencapai Rp5,4 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal bagi balita dan keluarga berisiko.

Selain penanganan stunting, Eko juga menilai kualitas lingkungan menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Karena itu, Pemda DIY juga mengalokasikan anggaran Rp2,9 miliar untuk program penanganan sampah berbasis partisipasi masyarakat dengan alokasi Rp65 juta per kelurahan.

“Penanganan stunting tidak cukup hanya dari sisi makanan, tetapi juga harus didukung lingkungan yang sehat dan bersih,” kata Eko Suwanto.

instagram embed