Beach Club Raffi Ahmad Dinilai Lengkapi Wisata DIY, Tarik Wisatawan Kaya
·waktu baca 2 menit

Artis papan atas Indonesia, Raffi Ahmad, dikabarkan akan berinvestasi di Gunungkidul dengan membangun destinasi wisata berupa beach club, villa, restoran, resort, hingga spa di kawasan Pantai Krakal.
Di akun Instagramnya, Raffi Ahmad menyebut beach club tersebut akan menjadi yang terbesar di Indonesia. Selain itu, ada juga 300 villa yang akan dibangun di kawasan Pantai Krakal. Destinasi wisata itu akan dibangun di lahan seluas 10 hektare.
Pengamat pariwisata dari Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, Ika Janita Dewi, menilai bahwa destinasi tersebut memang dibutuhkan oleh DIY untuk melengkapi destinasi yang dimiliki saat ini.
“Karena analisis kami destinasi yang dimiliki DIY saat ini mayoritas hanya untuk kalangan masyarakat menengah ke bawah,” kata Ike Janita Dewi saat dihubungi pada Kamis (4/1).
Jika memang segmentasi pasarnya ditujukan untuk wisatawan kelas atas, beach club ini menurutnya akan melengkapi portofolio daya tarik destinasi wisata yang dimiliki oleh DIY. Karena itu, hal ini menjadi kabar baik dalam perkembangan destinasi wisata yang ada di DIY.
Selain itu, jika destinasi ini memang ditujukan untuk kalangan kelas atas, maka destinasi ini tidak akan bersaing dengan destinasi lain yang memiliki segmentasi pasar menengah ke bawah yang banyak dikelola oleh masyarakat.
“Sehingga destinasi yang dimiliki DIY akan lebih beragam, mulai dari yang pasarnya untuk kalangan bawah, menengah, sampai kalangan atas,” ujarnya.
Namun, proyek tersebut mesti mematuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Salah satunya adalah memastikan aspek kelayakan teknisnya, mengingat kawasan yang akan dibangun merupakan kawasan karang atau karst.
“Itu masalah fondasi, masalah kelayakan teknis, itu menjadi hal yang sangat penting, itu harus menjadi satu pertimbangan yang penting bagi pemerintah daerah,” lanjutnya.
Selain itu, aspek keberlanjutan lingkungan juga mesti menjadi perhatian penting mengingat kawasan tersebut masuk ke dalam kawasan Geopark Gunung Sewu UNESCO.
Yang ketiga, pemerintah juga mesti memastikan bahwa destinasi itu harus memberikan dampak positif untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. Misalnya dari tenaga kerja atau SDM yang digunakan hingga rantai pasoknya.
“Jadi jangan sampai beach club ini nanti karena target marketnya adalah high end, maka semuanya didatangkan dari luar daerah atau bahkan luar negeri,” kata Ike Janita Dewi.
