Begini Jadinya Kalau Vendor Rumput Stadion GBK Garap Lapangan Kampung di Yogya
·waktu baca 3 menit

Lapangan Karang di Kelurahan Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta, menarik perhatian publik karena kualitas rumputnya yang menyerupai lapangan stadion profesional. Perawatan rumput lapangan ini saat ini dikerjakan oleh PT Harapan Jaya Lestarindo.
Staf Lestarindo, Agus, mengatakan pihaknya mulai menangani perawatan sejak awal Maret 2025.
“Kita vendor baru di Lapangan Karang, mulainya dari bulan puasa. Kita di sana untuk saat ini untuk kontrak di sana 8 bulan sampai Oktober,” kata Agus saat dihubungi Pandangan Jogja, Kamis (29/5).
Menurut Agus, saat pihaknya mulai bekerja, jenis rumput yang digunakan sudah sesuai standar stadion, yakni Zoysia Matrella. Namun, kondisi rumput dinilai tidak ideal karena bercampur dengan jenis rumput lain.
“Tercampur beberapa rumput tapi bukan rumput Zoysia Matrella, ibaratnya rumput itu sudah banyak campurannya,” jelasnya.
Lestarindo memulai perawatan dengan melakukan penyulaman, yakni mengganti atau menanam ulang rumput di titik-titik yang rusak.
“Ada beberapa spot yang masih rumputnya hilang, seperti di bagian tengah, dan bagian depan gawang,” ujarnya.
Langkah selanjutnya adalah penghilangan rumput pengganggu seperti Bermuda dan Grinting yang dinilai menghambat pertumbuhan rumput utama.
“Setelah penyulaman selesai kita juga untuk pengobatan rumput yang mengganggu, seperti rumput bermuda, rumput grinting. Di situ banyak, kita juga fokus untuk menghilangkan rumput tersebut, karena rumput tersebut itu mengganggu dari ekosistem rumput Zoysia itu sendiri,” katanya.
“Jadi untuk pemulihan, jadi bagaimana untuk yang di Lapangan Karang itu biar pure rumput Zoysia Matrella, karena untuk di standar kami, untuk lapangan sepak bola itu menggunakan rumput Zoysia,” tambahnya.
Perawatan Rutin dan Berkala
Untuk menjaga kualitas, Lestarindo melakukan perawatan rutin seperti penyemprotan anti-jamur dan anti-hama setiap dua minggu sekali, serta pemupukan dan pemotongan rumput secara berkala.
“Nanti kan untuk di tanaman-tanaman itu kan juga ada jamurnya juga, jadi untuk menghilangkan jamur juga, terus ada menghilangkan hama-hama seperti uret, itu kan mengganggu daripada pertumbuhan dari rumput itu,” ujarnya.
Perataan permukaan lapangan juga dilakukan secara rutin dengan proses pengerolan.
Lestarindo sebelumnya telah menangani lapangan di sejumlah daerah seperti Teluk Weta (Jepara), Cisahayung (Jawa Barat), dan Pekalongan. Mereka juga dijadwalkan mulai proyek baru di Karanganyar, Jawa Tengah, bulan depan.
“Dulu waktu 2019 kita pernah maintenance di stadion Maguwoharjo, dulu sih sebenarnya, sebelum Covid, kita tahun 2018 atau 2019 itu sudah di Jogja,” katanya.
Pengelolaan di Bawah Dindikpora
Lapangan Karang dikelola oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta. Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dindikpora Kota Yogya, Agus Trimadi, menjelaskan lapangan ini disewakan kepada masyarakat umum dengan sistem retribusi.
“Pemeliharaan lapangan ini memang membutuhkan anggaran besar. Namun, untuk sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta, mereka tetap dapat memanfaatkan Lapangan Karang tanpa biaya sewa,” ujar Agus.
Retribusi dari penyewa digunakan untuk mendukung pemeliharaan dan pengelolaan fasilitas. Sementara itu, untuk kebutuhan operasional, anggaran perawatan lapangan bersumber dari APBD Kota Yogyakarta.
