Kumparan Logo
Konten Media Partner

Cerita Korban EO Konser di Yogya, Tiket Penonton Miliaran Rupiah Belum Di-refund

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi konser. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi konser. Foto: Pixabay

Salah satu promotor konser di Yogya, Juwana Creative, tengah mendapat perhatian publik akhir-akhir ini usai membatalkan konser Jogja Koplo Fest yang rencana digelar 1-2 Juli. Sebelumnya, ternyata promotor tersebut telah beberapa kali membatalkan konser mereka secara mendadak. Tak hanya itu, proses pengembalian atau refund uang pembelian tiket sampai sekarang juga belum rampung meski sudah melewati tenggat waktu yang dijanjikan.

Hal itu disampaikan oleh perwakilan pembeli tiket Suara Berkala, salah satu konser gagal yang diselenggarakan Juwana Creative, Kala (bukan nama sebenarnya).

kumparan post embed

Kala adalah salah satu pembeli tiket yang aktif mengadvokasi 924 pembeli tiket Suara Berkala yang sampai kini proses refund yang dijanjikan promotor tak kunjung diselesaikan.

Dia mengungkapkan, paling tidak saat ini sudah ada tiga konser gagal yang diselenggarakan Juwana Creative, yakni Suara Berkala, Serasa Nada #2, dan yang paling baru adalah Jogja Koplo Fest #2 yang mestinya digelar pada tanggal 1 dan 2 Juli 2023 kemarin.

“Kebetulan aku beli tiket ketiga-tiganya,” kata Kala kepada wartawaan di Yogya akhir pekan kemarin.

Surat perjanjian bahwa penyelenggara Suara Berkala akan melakukan refund tiket 100 persen yang ditandatangani oleh Syatia Primananda. Foto: Widi RH Pradana

Dari total uang tiket Suara Berkala yang terjual sebesar Rp 141.770.000, sampai sekarang menurut catatannya baru sekitar Rp 54 juta yang telah dikembalikan. Sementara itu, ada juga sekitar Rp 16 juta yang dikembalikan dalam bentuk tiket Serasa Nada #2.

Namun, ternyata konser Serasa Nada #2 yang mestinya digelar pada 27 dan 28 Mei 2023 juga batal digelar.

“Jadi total yang belum dibalikin itu ada sekitar Rp 88 juta,” ujarnya.

Pada 20 Maret lalu, Kala bersama beberapa pembeli tiket Suara Berkala sempat bertemu dengan penanggung jawab konser Suara Berkala, Syatia Primananda. Dalam pertemuan itu, Syatia Primananda sepakat untuk mengembalikan 100 persen uang tiket maksimal pada 31 Maret 2023.

kumparan post embed

Kesepakatan itu juga telah dibuatkan surat perjanjian yang ditandatangani langsung oleh Syatia Primananda. Namun sampai kini, proses refund tak kunjung selesai.

Tak hanya itu, dia juga telah melayangkan somasi kepada Syatia Primananda sebanyak tiga kali untuk segera menyelesaikan proses refund. Jika dalam tenggat waktu yang ditentukan proses refund tak selesai, maka kasus tersebut akan dibawa ke ranah hukum.

Surat somasi itu ditandatangani oleh istri Syatia Primananda, Tari.

“Tapi sampai sekarang belum ada niat baik untuk menyelesaikan pelunasan refund Suara Berkala,” kata Kala.

Ilustrasi bukti pembelian tiket konser Serasa Nada #2. Foto: Widi RH Pradana

Uang dari penjualan tiket konser Serasa Nada #2 yang belum dikembalikan jauh lebih besar.

Salah satu pembeli tiket Serasa Nada #2 yang kini juga aktif mengadvokasi para pembeli tiket Serasa Nada #2, Nada (bukan nama sebenarnya), mengatakan bahwa total uang dari penjualan tiket Serasa Nada #2 mencapai Rp 1,6 miliar dari total pembeli tiket hampir 8.000 orang.

“Itu data yang kami dapat dari Artatix (aplikasi tempat penjualan konser Serasa Nada #2),” kata Nada.

Mestinya, proses refund ini sudah diselesaikan pada pertengahan Juni silam. Pasalnya, dari Artatix mewajibkan proses refund harus diselesaikan maksimal dalam 14 hari hari kerja, sedangkan proses refund dimulai sejak 30 Mei.

“Tapi sampai sekarang baru sekitar 40-an orang yang di-refund, dari total Rp 1,6 miliar baru sekitar Rp 20 juta yang dibalikin,” ujarnya.

Nada juga mengaku telah mencoba melaporkan kasus ini ke kepolisian. Namun laporan itu belum bisa diterima karena bukti-bukti yang dimiliki dinilai masih terlalu prematur. Kini, Nada dan sejumlah pembeli tiket Serasa Nada #2 tengah melengkapi bukti-bukti yang dibutuhkan untuk membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

“Dan sekarang Jogja Koplo Fest juga batal, jadi kalau ditotal nilai tiket yang belum di-refund lebih besar lagi,” kata Nada.

Surat somasi kepada penyelenggara Suara Berkala untuk segera menyelesaikan proses refund. Foto: Widi RH Pradana

Kini, Kala dan Nada mengaku kesulitan menghubungi pihak promotor. Baik Juwana Creative maupun Syatia Primananda secara pribadi tak bisa dihubungi. Kontak yang sebelumnya pernah digunakan untuk berkomunikasi dengan mereka juga sudah tidak aktif.

Redaksi telah beberapa kali mencoba mengkonfirmasi masalah ini dengan menghubungi kontak WhatsApp official Juwana Creative, namun permintaan konfirmasi tersebut belum direspons sampai saat ini. Redaksi juga sudah mencoba menghubungi kontak Syatia Primananda yang sebelumnya banyak berkomunikasi dengan para pembeli tiket untuk mengurus proses refund, namun kontak tersebut ternyata sudah tidak aktif.