Dekan FMIPA UNY sebut Ada Indikasi Hoaks di Kabar Kekerasan Seksual Anggota BEM
ยทwaktu baca 2 menit

Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Dadan Rosana, menanggapi kabar dugaan kekerasan seksual yang dilakukan salah seorang pengurus BEM FMIPA UNY.
Kabar tersebut ramai di media sosial X setelah diunggah pertama kali melalui akun @UNYmfs.
Dadan mengatakan ada indikasi hoaks yang cukup jelas terkait kabar dugaan kekerasan seksual tersebut. Pasalnya, ada kesalahan informasi yang disampaikan oleh terduga korban.
"Indikator hoaks cukup jelas karena unggahan mengatakan bertemu pertama kali saat penerimaan mahasiswa baru Bulan Februari, padahal PKKMB mahasiswa baru UNY baru mulai Bulan Agustus," kata Dadan saat dihubungi Pandangan Jogja, Jumat (10/11).
Saat ini, dekanat menurutnya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Sebab, pihak dekanat masih belum mengetahui identitas mahasiswa yang mengaku menjadi korban tersebut.
"Kami masih menyelidiki sumber informasinya, karena terindikasi berita hoaks yang segera dihapus di Instagram," lanjutnya.
Jika terbukti bahwa kasus tersebut merupakan hoaks, maka pihaknya mengaku akan memprosesnya lewat jalur hukum karena telah merugikan institusi.
"Karena kalau hoaks dan fitnah maka perlu kami proses juga secara hukum bagi pihak yang merugikan institusi. Informasi awal ini masih perlu ditelusuri kebenarannya," kata dia.
Meski demikian, jika ternyata kabar tersebut benar, pihak kampus pun akan memberikan sanksi kepada pelaku sesuai dengan aturan yang berlaku.
Jumat ini, dekanat FMIPA UNY menurutnya akan memanggil dan mengkonfirmasi kabar tersebut kepada terduga pelaku.
"Nanti pelaku terduga bersedia dikonfirmasi," ujarnya.
