Kumparan Logo
Konten Media Partner

Dua Kali Stroke akibat Hipertensi, Lansia di Jogja Berobat Gratis dengan JKN

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Muryani merupakan pasien yang mengalami serangan stroke akibat hipertensi dan menjalani pengobatan serta perawatan dengan memanfaatkan program JKN. Foto: Dok.Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Muryani merupakan pasien yang mengalami serangan stroke akibat hipertensi dan menjalani pengobatan serta perawatan dengan memanfaatkan program JKN. Foto: Dok.Istimewa

Tekanan darah tinggi atau hipertensi kerap tidak menimbulkan gejala, namun dapat berujung pada komplikasi serius seperti stroke. Risiko tersebut bahkan bisa terjadi berulang jika tidak dikendalikan secara konsisten.

Kondisi ini dialami Muryani, warga Kota Yogyakarta, yang harus menghadapi dua kali serangan stroke setelah tekanan darahnya sempat mencapai 190 mmHg.

“Saya ada stroke dan penyumbatan jantung, dua kali terkena serangan stroke. Pertama hanya dinyatakan stroke ringan, kemudian datang serangan yang kedua,” kata Muryani, dikutip dari rilis, Selasa (31/03).

Serangan pertama terjadi saat ia beraktivitas ringan di luar rumah. Tanpa tanda yang mencolok, tubuhnya tiba-tiba lemas saat berjalan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

“Waktu itu saya sedang jalan mau membeli telur, tiba-tiba rasanya lemas seperti mau jatuh. Saya langsung ke rumah sakit, ternyata tensi tinggi dan dinyatakan stroke ringan,” ujarnya.

Ilustrasi pasien yang mengalami hipertensi. Foto: Canva

Setelah menjalani perawatan, Muryani sempat kembali ke rumah. Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Serangan kedua datang dan membuatnya kembali harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Seluruh proses pengobatan yang dijalaninya, mulai dari penanganan saat serangan hingga perawatan lanjutan, ia akses melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia mengaku tidak perlu mengeluarkan biaya selama menjalani perawatan.

“Saya perawatan menggunakan JKN di RS Bethesda. Semua ditanggung, saya tidak mengeluarkan biaya,” katanya.

Selama menjalani pengobatan, Muryani juga rutin melakukan kontrol untuk memantau kondisi kesehatannya. Ia mengonsumsi berbagai obat, mulai dari penurun tekanan darah hingga obat untuk membantu kelancaran peredaran darah.

Menurutnya, seluruh proses layanan kesehatan yang ia jalani berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Semua menggunakan jaminan JKN. Pelayanannya bagus, prosesnya lancar. Saya juga tidak pernah dimintai tambahan biaya,” tegasnya.

Ilustrasi penanganan pasien yang mengalami stroke. Foto: Canva

Ia menambahkan, tenaga kesehatan yang menanganinya memberikan pelayanan yang baik selama proses perawatan hingga kontrol rutin.

“Dokternya bagus, susternya ramah. Saya sekarang kontrol rutin, kalau obat habis langsung periksa lagi, dan obatnya selalu tersedia,” ujarnya.

Pengalaman tersebut membuat Muryani dapat lebih fokus pada proses pemulihan tanpa terbebani persoalan biaya pengobatan. Ia kini berupaya menjaga kondisi kesehatannya agar tetap stabil melalui pengobatan rutin.

Muryani berharap, akses layanan kesehatan yang ia rasakan saat ini dapat terus berlanjut, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pengobatan jangka panjang.

“Harapan saya tentu layanan seperti ini terus ada. Kasihan masyarakat seperti saya, sudah lanjut usia, tidak bekerja dan butuh pengobatan,” tutupnya.