Kumparan Logo
Konten Media Partner

Dua Kasus Penemuan Bayi di Sleman Terjadi dalam Dua Hari Beruntun

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi yang baru lahir. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi yang baru lahir. Foto: Pixabay

Dalam dua hari berturut-turut, dua bayi ditemukan di wilayah Sleman oleh warga di lokasi berbeda. Kasus pertama terjadi di Kalurahan Sumberharjo, Prambanan, disusul penemuan kedua di Kalurahan Wedomartani, Ngemplak. Keduanya kini dalam perawatan medis.

Penemuan pertama terjadi Sabtu (25/10) sekitar pukul 05.00 WIB di Dusun Ngentak Beloran, Sumberharjo, Prambanan. Warga menemukan bayi perempuan dalam kotak styrofoam putih berukuran 40x60x30 sentimeter. Saat dibuka, bayi masih hidup dengan tubuh terbungkus kain dan perlengkapan bayi yang tampak baru.

“Ada perlengkapan bayi antara lain baju bayi, kaos kaki dan kaos tangan, tutup kepala bayi, tisu plastik, popok bayi, tisu basah, tas perlengkapan bayi, dan dot,” kata Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, Senin (27/10).

Dari hasil pemeriksaan dokter, bayi perempuan tersebut memiliki berat badan 3,02 kilogram dan panjang 47 sentimeter. Kondisinya dinyatakan sehat.

Sehari setelahnya, Minggu (26/10) sekitar pukul 05.30 WIB, warga Dusun Sawahan Lor, Wedomartani, Ngemplak, menemukan bayi laki-laki di atas kursi kayu di teras rumah. Bayi ditemukan oleh warga bernama Hari Susanto (47) setelah mendengar suara mencurigakan dari luar rumah.

Dalam kardus tempat bayi ditemukan, terdapat selembar kertas bertuliskan nama “Alexander Piter Guslin”, surat permohonan maaf dari orang tua, satu popok, dan satu kaleng susu dengan tulisan yang dihapus.

“Surat dari orang tua bayi berisi permohonan maaf serta alasan menitipkan anak karena kesulitan ekonomi,” ujar Salamun.

Bayi laki-laki itu memiliki berat 2,2 kilogram dan panjang 46 sentimeter. Hasil pemeriksaan tim medis RS Bhayangkara menunjukkan tali pusarnya telah kering, dan tubuhnya tampak kuning karena kekurangan ASI, namun dalam kondisi stabil.

“Tali pusar bayi telah kering. Kondisi bayi tampak kuning, diduga karena kurang asupan ASI namun secara umum dalam keadaan sehat dan stabil,” kata Salamun.

Polisi telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi, dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap pelaku yang meninggalkan kedua bayi tersebut.