Efek Rumah Kaca Tampil di dalam Bioskop Jogja, Perdana di Festival Film JAFF
·waktu baca 2 menit

Salah satu festival film terbesar di Indonesia, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2023 menampilkan pertunjukan musik Efek Rumah Kaca di dalam bioskop Empire XXI Jogja pada Selasa (28/11) malam.
Pertunjukan musik di dalam bioskop ini adalah yang pertama kali bagi JAFF sejak digelar perdana 18 tahun silam.
Dalam pertunjukan itu, Efek Rumah Kaca membawakan sejumlah lagu baik lagu-lagu barunya dari album Rimpang seperti Fun Kaya Fun, Heroik, dan Bersemi Sekebun, maupun lagu hits dari album-album sebelumnya seperti Sebelah Mata, Melankolia, Putih, Balerina, Desember, Kenakalan Remaja di Era Informatika, dan ditutup dengan Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa.
“Sebenarnya main di bioskop pernah, tapi di festival film baru sekali ini. Semoga mengena di hati yang nonton,” kata Cholil Mahmud, gitaris dan vokalis Efek Rumah Kaca, Selasa (28/11).
Cholil mengaku sempat khawatir suara mereka akan bocor ke studio sebelahnya, sehingga di awal-awal mereka membawakan setlist yang relatif pelan. Baru di akhir-akhir pertunjukan mereka membawakan lagu-lagu yang lebih keras.
“Sebenarnya kalau dari tata ruang lebih cocok dengan musik-musik ERK yang sebenarnya banyak yang soundscape,” ujarnya.
Ia mengaku senang bisa ikut terlibat di JAFF tahun ini, mengingat JAFF adalah festival film yang merangkak dari bawah dan kini menjadi salah satu festival film terbesar di Indonesia.
“Kami merasa terhormat bisa mencoba hal baru di sini,” kata Cholil.
Selain menyanyikan sejumlah lagu di dalam bioskop, lima video klip dari album Rimpang untuk pertama kalinya juga diputar di dalam bioskop. Lima video klip yang diputar di antaranya adalah Fun Kaya Fun, Manifesto, Heroik, Bersemi Sekebun, dan Rimpang.
“Belum ada rencana dirilis ke publik, kita akan lihat dulu deh, mungkin tahun depan ya akan dilepas satu-satu,” ujarnya.
Program Director JAFF 2023, Alexander Matius, mengatakan bahwa eksperimen tersebut bertujuan untuk membuktikan bahwa video klip musik juga merupakan karya film. Namun selama ini sangat jarang music video menjadi bagian dari festival film.
“Kalau ini works, ada kemungkinan ingin terus music video punya tempat di JAFF, karena itu bagian dari film juga,” kata Alexander Matius.
