Kumparan Logo
Konten Media Partner

Erick Thohir Tinjau Festival Grassroot di Jogja, Cari Bibit Timnas Indonesia

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), meninjau pelaksanaan Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden di Jogja sebagai ajang pencarian bibit pemain Timnas Indonesia, Rabu (8/7). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), meninjau pelaksanaan Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden di Jogja sebagai ajang pencarian bibit pemain Timnas Indonesia, Rabu (8/7). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, meresmikan JEC Soccer Field di kawasan Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Rabu (8/7), sekaligus meninjau putaran nasional Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026.

Turnamen yang berlangsung pada 6–11 Juli itu diikuti 64 tim dari 32 provinsi dan menjadi bagian dari program pembinaan sekaligus pencarian bibit pemain Timnas Indonesia menuju Piala Dunia U-15 FIFA.

Erick mengatakan FIFA akan menggelar Piala Dunia U-15 untuk pertama kalinya pada 22–31 Oktober 2026 di Azerbaijan. Menurutnya, kehadiran turnamen tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempersiapkan pemain sejak usia dini agar memiliki fondasi kuat menuju level internasional.

“FIFA sekarang sudah membuat kejuaraan U-15 yang dimulai tahun ini di bulan Oktober. Nah, ini juga kita harus persiapkan,” kata Erick Thohir kepada awak media, Rabu (8/7).

“Dari mana? Ya, tentu dari bibit-bibit yang nanti di bawah U-15. Tapi bukan enggak mungkin ada salah satu dua pemain yang U-12 bisa aja bermain di U-15,” tambahnya.

Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), meninjau pelaksanaan Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden di Jogja sebagai ajang pencarian bibit pemain Timnas Indonesia, Rabu (8/7). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Ia menambahkan PSSI terus menjaga kesinambungan pembinaan melalui kompetisi kelompok umur, seperti Soeratin dan Pertiwi, yang rutin digelar dalam tiga tahun terakhir.

“Dan sudah berjalan terus memang. Tapi di PSSI, tiga tahun terakhir kita selalu ada namanya Soeratin, Pertiwi, sudah jalan terus. Dan tidak mungkin kita melakukan pembinaan hanya dari atas, tapi harus dari bawah,” ujarnya.

Festival Grassroot juga dimanfaatkan sebagai ajang pencarian bakat pemain usia dini. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Khairul Anwar, mengatakan jajaran Exco ditugaskan memantau langsung para pemain selama putaran nasional berlangsung.

“Memang dari PSSI itu kami dari Exco ditugaskan memantau tim juga untuk scouting kelompok usia U-10 sama U-12,” ujar Khairul Anwar.

Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), meninjau pelaksanaan Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden di Jogja sebagai ajang pencarian bibit pemain Timnas Indonesia, Rabu (8/7). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Ia menegaskan proses tersebut menjadi bagian dari pembinaan berjenjang menuju kelompok usia yang lebih tinggi.

“Ya, persiapan ke sana. Memang harus berjenjang,” lanjutnya.

Direktur Jogja Expo Center (JEC), Endro Wardoyo, mengatakan JEC mengosongkan jadwal penggunaan lapangan selama putaran nasional berlangsung karena merupakan agenda nasional PSSI. Menurutnya, pertandingan menggunakan tiga lapangan di kawasan JEC, yakni dua lapangan mini soccer di sisi timur dan Soccer Field yang baru diresmikan.

“Kita memang mengosongkan karena memang ini PSSI dan jadi agenda nasional. Kebetulan tahun ini ada di Jogja dan venue yang dipilih adalah JEC,” ujarnya.

“Kita pakai lapangan mini soccer dua lapangan yang di sebelah timur, kemudian di Soccer Field yang di belakang persis JEC,” tambah Endro.

Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), meninjau pelaksanaan Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden di Jogja sebagai ajang pencarian bibit pemain Timnas Indonesia, Rabu (8/7). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan, mengapresiasi penunjukan DIY sebagai tuan rumah putaran nasional Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026. Ia berharap pembinaan sejak usia dini mampu melahirkan atlet berprestasi.

“Kami memang semangat untuk, sesuai arahan Pak Menteri, bagaimana pembibitan dari bawah, jadi mendidik para usia umur 10 tahun dan 12 tahun. Jadi, ini insyaallah kita memang direncanakan dari muda untuk bisa lebih menjadi berprestasi,” katanya.

Senada, Ketua Asprov PSSI DIY Dessy Arfianto berharap turnamen tersebut dapat melahirkan pemain yang kelak memperkuat Timnas Indonesia.

“Kita harapkan semoga setidaknya satu, dua, bahkan 11 pemain (calon timnas) berasal dari turnamen Piala Presiden ini,” kata Dessy.