Geng Monyet di Jogja Makin Agresif Sampai Bongkar Genteng Dapur Rumah Warga

Konten Media Partner
8 Januari 2022 15:43
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi geng monyet. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi geng monyet. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT
Monyet ekor panjang yang turun ke permukiman mulai meresahkan warga karena tak hanya mencuri hasil tani monyet juga mulai berani mencuri makanan di rumah-rumah warga.
ADVERTISEMENT
Dalam 2 pekan terakhir, kawanan monyet ekor panjang dari bukit Sriharjo, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) makin agresif menyerbu permukiman penduduk. Monyet tak hanya menyerbu lahan pertanian penduduk tapi juga membongkar genteng dapur rumah-rumah penduduk.
“Sebenarnya sudah 2 bulan terakhir monyet ekor panjang menyerbu permukiman. Tapi warga melaporkan, kejadian makin sering 2 minggu terakhir dan kelompoknya banyak sekali. Mereka makin beringas dan makin berani,” demikian kata Kepada Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, DIJ, Titik Istiyawatun Khasanah, Jumat (7/1).
Titik Istiwayatun Khasanah. Foto: ESP
zoom-in-whitePerbesar
Titik Istiwayatun Khasanah. Foto: ESP
Kholis, salah seorang staf kelurahan yang tinggal di dusun Pengkol, persis di lereng bukit Sriharjo dan rumahnya sering diserah monyet ekor panjang menjelaskan bahwa tahun-tahun sebelumnya monyet ekor panjang tak berani berhadap-hadapan dengan manusia. Monyet langsung lari begitu ketemu manusia. Tapi serangan pada periode ini, monyet sangat berani bahkan meski ada manusia di rumah monyet berani membongkar genting dapur rumah warga untuk mencari makanan.
ADVERTISEMENT
“Kalau tanaman jangan tanyakan lagi. padi, buah mangga, pisang, sudah habis diserbut. Buah dibungkus plastik pun monyet bisa tahu, plastik dicopot, buahnya dimakan. Kalau jumlah, satu kelompok bisa 20-40 dengan 1 monyet paling besar hanya mengawasi,” papar Kholis.
Kholis mengatakan tahun-tahun sebelumnya monyet ekor panjang memang secara periodik akan menyerbu lahan pertanian dan permukiman warga. Tapi itu biasanya terjadi di musim kemarau. Namun, mulai 2-3 tahun belakangan, monyet tak kenal musim lagi.
Salah satu sudut perbukitan Sriharjo. Foto: ESP
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu sudut perbukitan Sriharjo. Foto: ESP
Kholis menduga makanan di atas bukit tempat monyet ekor panjang bermukim pada saat ini telah terjadi kelangkaan pangan sehingga mereka merangsek ke permukiman penduduk.
Menyambung Kholis, Titik mengatakan bahwa warga desa berharap ada solusi permanen terkait monyet ekor panjang bukit Sriharjo sehingga tidak ada lagi ‘peperangan’ antara monyet dan manusia.
ADVERTISEMENT
“Kita maunya bisa hidup berdampingan, tapi bagaimana caranya? Kalau di Bali, di Sangeh, hutan monyet bisa jadi wisata. Apakah mungkin di sini bisa? Desa kan tidak punya sumber daya untuk memecahkan masalah ini sendirian,” kata Titik.
Titik berharap bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah, BKSDA, dan juga kampus-kampus di Yogyakarta untuk menyelesaikan masalah monyet ekor panjang.
Laporan serangan monyet ekor panjang di perbukitan Yogya juga dilaporkan penduduk Kelurahan, Piyungan, Bantul.
“Mirip dengan yang terjadi dengan Sriharjo, di sini monyet juga makin berani dan ini kan musim hujan, mereka sudah turun cari makan,” kata Lilik, staf desa setempat, hari ini.
Sementara di Bukit Nglanggeran, Ketua Bidang Pemasaran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nglanggeran, Heru Purwanto, melaporkan bahwa di daerahnya tidak ada serangan monyet ekor panjang di musim penghujan ini. Desa Nglanggeran yang berada di Gunung Api Purba juga menjadi rumah dari banyak kelompok monyet ekor panjang.
ADVERTISEMENT
Adapun di perbukitan Selopamioro, Bantul, salah satu anggota karang taruna dusun Nawungan, Selopamioro, Landung, mengatakan belum ada monyet ekor panjang yang sampai turun ke permukiman warga.
“Alhamdulillah masih aman. Biasanya musim kemarau baru pada turun,” katanya saat dihubungi Jumat (7/1) petang.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020