Kumparan Logo
Konten Media Partner

Hasil Uji Lab Keracunan MBG SMAN 1 Yogya: Ditemukan E. coli di Buah dan Sayur

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen (Purn) Dadang Hendrayudha. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi
zoom-in-whitePerbesar
Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen (Purn) Dadang Hendrayudha. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi

Hasil uji laboratorium kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta akhirnya keluar. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya bakteri Escherichia coli (E. coli) pada bahan pangan di dapur penyedia makanan, terutama pada buah dan sayur.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen (Purn) Dadang Hendrayudha, membenarkan bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan kontaminasi E. coli yang berasal dari air yang digunakan dalam proses pengolahan makanan.

“Dari hasil yang ada ini kan ada E. coli, berarti kepada air. Nah ini bagaimana? Kita sudah sarankan, kalaupun ini kita beli galon khusus untuk makanan, sehingga tidak terjadi lagi,” ujar Dadang usai rapat evaluasi program MBG di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (6/11).

Tampak depan SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi

Ia menegaskan, dapur penyedia makanan yang diduga menjadi sumber kontaminasi telah ditutup sementara. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap tata kelola dan infrastruktur dapur, termasuk sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Kejadian ini menjadi konsen buat kita. Niat kita adalah memberikan makan bergizi, bukan sekadar makan kenyang. Jadi tata kelolanya, rantai pasok, termasuk bahan baku, harus benar-benar terjamin kualitasnya,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan MBG, menyampaikan bahwa hasil uji laboratorium membuktikan E. coli ditemukan pada bahan pangan yang seharusnya aman dikonsumsi.

“Ketika kemarin kita temukan E. coli ada di buah, ada di sayur, berarti memang saya mencurigai bahwa nyucinya buah, nyucinya sayur itu pakai air yang terkontaminasi E. coli,” kata Hasto.

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa SMA N 1 Teladan Yogyakarta terdiri dari nasi, ayam saus barbeque, tahu goreng, salad, dan buah pisang, Rabu (15/10). Foto: Dok. Istimewa

Menindaklanjuti temuan tersebut, Hasto menginstruksikan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta untuk memeriksa kualitas air di setiap dapur penyedia makanan sebelum kembali beroperasi.

“Saya akan perintahkan Dinas Kesehatan untuk sebelum operasional, ngecek dulu airnya itu terkontaminasi E. coli atau tidak. Kalau mau pakai air sumur kan risikonya tinggi, sebaiknya pakai air perpipaan dari PDAM,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Rabu (15/10), sebanyak 426 siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan dari program MBG.

Pemerintah Kota Yogyakarta bersama BGN hingga kini masih menutup sementara dapur penyedia tersebut, sambil menunggu hasil evaluasi dan perbaikan selesai dilakukan.