Himpunan Mahasiswa Sejarah UNY: Nur Riska Meninggal karena Stroke dan Hipertensi
·waktu baca 2 menit

Meninggalnya salah seorang mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Nur Riska Fitrianingsih, mendapat perhatian besar di media sosial. Meski sudah meninggal pada Maret 2022 silam, namun kisahnya kembali viral di media sosial setelah diceritakan ulang oleh akun twitter @rgantas pada pekan kemarin.
Akun twitter @rgantas mengisahkan bagaimana dalam hidupnya Nur Riska yang berasal dari keluarga kurang mampu harus berjuang keras untuk bisa membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Akun twitter @rgantas juga mengisahkan bagaimana perjuangan Nur Riska mengajukan penurunan UKT, namun hingga dia meninggal dunia tidak ada penurunan yang signifikan dari pihak kampus.
Namun, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah (HMPS) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) UNY, membantah berita itu. Melalui keterangan tertulis yang ditandatangani oleh Ketua HMPS UNY, Kresna Manik, menyebut bahwa Nur Riska tidak meninggal dunia karena memikirkan UKT, melainkan karena sakit.
“Dari keluarga menegaskan bahwa Almarhumah meninggal karena sakit stroke dan darah tinggi. Sakit darah tinggi sudah diderita Almarhumah sejak lama,” tulis HMPS.
Dijelaskan juga bahwa Nur Riska meninggal dunia dalam keadaan cuti kuliah. Sebelum meninggal, dia sempat sakit setelah mengikuti kegiatan olahraga pencak silat. Saat pulang dari latihan, Nur Riska sudah dalam kondisi lemas, bahkan sempat pingsan.
“Dua hari kemudian Almarhumah dibawa ke rumah sakit RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata, Purbalingga,” lanjutnya.
Selama sekitar dua pekan Nur Riska dirawat di rumah sakit, namun kemudian memutuskan untuk pulang dan menjalani rawat jalan karena kendala biaya rumah sakit. Padahal, kondisinya belum juga membaik. Nur Riska bahkan belum bisa bicara dan tubuh sebelah kanan tidak bisa bergerak. Keterangan dari dokter, Nur Riska mengalami saraf kejepit.
Pada 5 Maret 2022, Nur Riska disebut sempat melakukan zoom meeting dengan teman-teman kelasnya saat dijenguk oleh beberapa temannya. Pada saat itu, Riska sempat dapat berkomunikasi meski suaranya lirih dan dapat menggerakan sedikit tubuhnya.
Namun pada 8 Maret 2022, keluarga korban memberi kabar bahwa kondisi Nur Riska kembali memburuk. Bagian tubuh yang sebelumnya bisa digerakkan, tak bisa lagi digerakkan.
“Tanggal 9 Maret 2022, pukul 04.00 WIB, ibu Almarhumah mengabarkan bahwa Nur Riska sudah berpulang,” tulis HMPS UNY.
Disebutkan dalam keterangan tertulis itu bahwa informasi tersebut didapat dari keterangan langsung orang tua dan keluarga Nur Riska saat teman-temanya melakukan takziah di rumah duka pada 9 Maret 2022 silam.
