Kumparan Logo
Konten Media Partner

JEC Rampungkan Soccer Field Berstandar FIFA, Diresmikan Langsung Erick Thohir

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jogja Expo Center baru saja menyelesaikan pembangunan JEC Soccer Field berstandar FIFA dan diresmikan langsung Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, Rabu (8/7). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma
zoom-in-whitePerbesar
Jogja Expo Center baru saja menyelesaikan pembangunan JEC Soccer Field berstandar FIFA dan diresmikan langsung Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, Rabu (8/7). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Jogja Expo Center (JEC) merampungkan pembangunan Soccer Field berstandar FIFA yang langsung digunakan sebagai salah satu venue putaran nasional Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026.

Lapangan tersebut diresmikan Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, di sela penyelenggaraan turnamen, Rabu (8/7).

Direktur Jogja Expo Center, Endro Wardoyo, mengatakan Soccer Field menjadi pelengkap fasilitas sepak bola di kawasan JEC yang sebelumnya telah memiliki dua lapangan mini soccer.

Ketiga lapangan itu digunakan untuk menggelar putaran nasional Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026 yang berlangsung pada 6–11 Juli.

“Hari ini selain memang ada turnamen itu juga sekaligus kita meresmikan lapangan Soccer Field yang ada di JEC dan tadi diresmikan oleh Pak Erick Thohir,” kata Endro Wardoyo saat ditemui Pandangan Jogja, Rabu (8/7).

Investasi Sekitar Rp5 Miliar, Dibangun Selama Enam Bulan

Jogja Expo Center baru saja menyelesaikan pembangunan JEC Soccer Field berstandar FIFA dan diresmikan langsung Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, Rabu (8/7). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Endro mengatakan pembangunan Soccer Field dilakukan untuk memenuhi kebutuhan lapangan berukuran penuh setelah sebelumnya JEC hanya memiliki dua lapangan mini soccer.

“Banyak teman-teman, para klub yang main itu memang minta adanya lapangan besar. Syukur Alhamdulillah memang luasan tanah belakang JEC ini mencukupi, makanya kita bangun lapangan ini memang standar FIFA, ukurannya 105 x 68,” ujarnya.

Menurut Endro, pembangunan Soccer Field menghabiskan investasi sekitar Rp5 miliar dengan waktu pengerjaan selama enam bulan.

“Untuk pembangunan fisik dan ininya ini kurang lebih kita habis sekitar Rp5 miliar,” katanya.

Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan konstruksi lapangan, pemasangan rumput sintetis, serta sistem drainase agar air tidak menggenang saat hujan.

Tiga Lapangan JEC Dipakai untuk Putaran Nasional Festival Grassroot

Direktur Jogja Expo Center, Endro Wardoyo. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Selama putaran nasional Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026, JEC mengoperasikan tiga lapangan sebagai venue pertandingan, yakni dua lapangan mini soccer di sisi timur dan Soccer Field yang baru diresmikan.

“Kita pakai lapangan mini soccer dua lapangan yang di sebelah timur, kemudian di Soccer Field yang di belakang persis JEC,” ujar Endro.

Karena menjadi agenda nasional PSSI, JEC mengosongkan seluruh jadwal penggunaan lapangan selama turnamen berlangsung.

“Kita memang mengosongkan karena memang ini PSSI dan jadi agenda nasional. Kebetulan tahun ini ada di Jogja dan venue yang dipilih adalah JEC,” katanya.

Endro berharap JEC Soccer Field tidak hanya dimanfaatkan untuk penyelenggaraan turnamen, tetapi juga menjadi lokasi latihan bagi klub-klub yang bertandang ke Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menghadapi PSIM Yogyakarta maupun PSS Sleman.

“Apalagi kayak PSIM ini kan masuk Liga 1, kemudian PSS Sleman. Nanti barangkali yang ingin tandang lawan PSIM atau PSS, harapan kita latihan nanti di sini,” ujarnya.

Menurut Endro, sebelum resmi dioperasikan, Soccer Field tersebut telah digunakan untuk uji coba oleh sejumlah klub Liga 2 dan Liga 3 asal Jawa Timur.

Selain mendukung kegiatan olahraga, Endro berharap pengembangan fasilitas di kawasan JEC juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat, termasuk sektor perhotelan, kuliner, dan pelaku UMKM.

“Kita jauh-jauh hari sejak mengelola ini menjadikan JEC ini menjadi pusat ekonominya UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta,” katanya.