Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kecewa pada PSSI karena Hentikan Liga 2, Manajemen PSIM: Perjuangan Kita Sia-sia

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pemain PSIM Yogyakarta. Foto: Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemain PSIM Yogyakarta. Foto: Antara Foto

Manajemen PSIM Yogyakarta menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan PSSI untuk menghentikan lanjutan kompetisi Liga 2 musim 2022/2023. Keputusan itu diambil dalam Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI di kantor PSSI, GBK Arena, Kamis (12/1).

Chief Executive Officer (CEO) PSIM Yogyakarta, Bima Sinung Widagdo, mengatakan bahwa PSIM sangat berat menerima keputusan PSSI tersebut. Meskipun klub juga tidak punya pilihan lain selain menerimanya.

“Kami secara berat hari menerima putusan Exco meeting PSSI yang menghentikan kompetisi Liga 2 untuk musim ini,” kata Bima Sinung Widagdo, Jumat (13/1).

Pasalnya, PSIM menurutnya sudah melakukan persiapan yang cukup matang untuk menghadapi kompetisi Liga 2. Dengan dihentikannya kompetisi, dia merasa perjuangan semua komponen klub yang telah dilakukan selama ini menjadi sia-sia.

Dominico Savio Sheva (kiri), Sugeng Efendi (tengah), dan Ken Noveryan (kanan) merayakan gol kedua PSIM Yogyakarta pada laga kontra PSG Pati di Stadion Manahan, Solo, Selasa (19/10/2021). Foto: PSIM

Sejak awal, PSIM menurutnya ingin kompetisi dilanjutkan. Bahkan hingga hari yang sama ketika kompetisi resmi dihentikan, timnya masih melakukan latihan seperti biasa.

“Persiapan yang cukup matang sudah kita lakukan dan perjuangan yang sedang kita jalani menjadi sia-sia dan tidak dapat terselesaikan secara tuntas,” lanjutnya.

Bima berharap ini menjadi kejadian terakhir dan tidak akan terulang lagi di masa yang akan datang supaya kompetisi sepak bola di Indonesia bisa lebih baik dan berkualitas lagi, bukan malah mundur seperti sekarang.

“Harapan kami kejadian seperti ini tidak terulang di kemudian hari agar dapat tercipta suatu kompetisi yang baik, berkualitas dan terjamin kesinambungannya,” kata Bima.

Sebelumnya, dalam keterangan resmi PSSI, Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan beberapa alasan seperti adanya permintaan dari sebagian besar klub Liga 2 yang menginginkan kompetisi tersebut dihentikan. Hal ini terjadi karena tidak ada kesesuaian konsep pelaksanaan lanjutan kompetisi antara klub dan operator serta pelaksanaan atau kelanjutan Liga 2 sangat sulit diselesaikan sebelum Piala Dunia U-20 2023 dimulai pada 20 Mei 2023.

Selain itu juga karena adanya rekomendasi dari tim transformasi sepak bola Indonesia seusai tragedi Kanjuruhan terkait sarana dan prasarana yang belum memenuhi syarat, dan berdasarkan Perpol No. 10 Tahun 2022 mengamanatkan proses perizinan yang baru dengan memperhatikan periode waktu pemberitahuan, pengajuan rekomendasi dan izin, hingga bantuan pengamanan juga menjadi pertimbangan untuk memberhentikan Liga 2.